Rabu, 28 Oktober 2020

SUMPAH PEMUDA, PEMUDA UNTUK NEGERI

SUMPAH PEMUDA, PEMUDA UNTUK NEGERI
Ada lantunan ikrar yang terucap, ada sumpah yang terungkap
Melalui suara-suara lantang, Seakan dunia mulai guncang
28 oktober 1928
Hari pemuda pemudi bersuara
Darah rela tumpah, raga rela basah
Jiwa rela terguyur, segalanya hanyalah untuk negeri
SOEMPAH PEMUDA
Kami poetra dan poetri indonesia mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah air indonesia
Kami poetra dan poetri indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa indonesia
Kami poetra dan poetri indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa indonesia
hati bergetar, ketika mulai terdengar
bait-bait sumpah mulai tersampaikan
sumpah yang abadi
tidak hanya teruntuk dirinya
melainkan untuk tanah airnya, untuk bangsanya dan untuk negerinya
“kami pemuda-pemudi indonesia bertekad menyeberang keberagaman, ketidak samaan menjadi persatuan dan kesatuan. Abadi dalam sumpah untuk indonesia.”
Asa yang membara
Berkobar seperti api yang membakar 
Untuk menyatukan di antara perbedaan
Pemuda harapan 
Pemuda perjuangan
Pemuda pertahanan

Tiada henti sebelum titik darah penghabisan
Singsingkan baju di lengan
Demi mempertahankan kemerdekaan

Wahai pemuda…
Tonggak negeri kini di tanganmu
Kerahkan segala usaha, untuk memajukan bangsa
Jagalah bumi pertiwi ini, jangan kau khianati

Wahai pemuda…
Soenario sastrowardoyo telah bergerak
Djoko marsaid telah berpihak
Muhammad yamin telah menyerahkan tonggak

Bangunlah, bawa perubahan 
Indonesia menunggu, indonesia menanti
Hingga gunung menggegar, air berseruan
Ombak terus bergelombang
Karna getaran sumpah yang di bacakan
Tri Koro Darmo akan menjadi tujuan sejati

Tanpamu
Pribumi akan letih, negeri akan sedih
Bahagia jadi derita, dunia hanyalah petaka
Titipan indonesia hanya padamu,
Wahai pemuda sang pahlawan sejati
Semoga terus dalam ridho ilahi

Bondowoso, 28 oktober 2020 




 

Peringati hari Sumpah Pemuda, TNI, Polri dan Organisasi Kepemudaan Bondowoso Menggelar Baksos

Bersama-sama memperingati hari Sumpah Pemuda yang ke-92, TNI, Polri dan Organisasi Kepemudaan Bondowoso (GP Ansor, PMII, GMNI) menggelar Bakti Sosial di berbagai titik daerah di Kabupaten Bondowoso. (28/10/2020)

Dalam sambutannya, Bapak Kapolres Bondowoso merasa bersyukur karena bisa bersama-sama dengan orang-orang muda dalam kegiatan memperingati Hari Sumpah Pemuda ini.

"Alhamdulillah hari ini bertepatan dengan Hari Sumpah Muda sehingga saya merasa muda lagi bergabung dengan adik-adik di hari yang penuh bahagia ini." Tutur Bapak Kapolres Bondowoso.

Kegiatan Bakti Sosial ini berangkat dari sebuah ide yang digagas oleh Sahabat Fathor Rozi selaku Ketua Umum PMII Cabang Bondowoso.

Ia berharap, Dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda ini ada yang bisa dilakukan oleh TNI, Polri dan Organisasi Kepemudaan di Bondowoso untuk sama-sama membangun Bondowoso lebih baik kedepannya

Bapak Kapolres Bondowoso pun menuturkan dalam sambutannya bahwa kegiatan Bakti Sosial ini sebenarnya tidak terencanakan sebelumnya.

"Memang, kegiatan ini tidak direncanakan sebelumnya. Ide Bakti Sosial ini muncul dari adik-adik Organisasi Kepemudaan di Bondowoso salah satunya PMII. Dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda ini kita harus melakukan hal-hal yang positif dan adik-adik ini mengarahkan untuk mengadakan Bakti Sosial berupa sembako dan lain semacamnya. Jangan pandang isinya karena memang tidak seberapa yang terpenting adalah niat baik kami untuk melakukan ini semua." Tutur Bapak Kapolres Bondowoso.

Diberbagai titik tempat dilaksanakannya Baksos ini, syukur alhamdulillah masyarakat Bondowoso sangat antusias dengan adanya kegiatan ini.

Semoga dengan dilaksanakannya kegiatan ini menjadi bagian untuk membangun Bondowoso jauh lebih baik kedepannya.

Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-92.
Bondowoso Melesat.
Salam Pergerakan.

Minggu, 25 Oktober 2020

Anggota Baru PMII STAI At Taqwa Bondowoso Telah Sah Menjadi Angkatan 'Preman' Tahun 2020..

Kata "Preman" yang merupakan kepanjangan dari "Pergerakan Revolusi Masa Depan" secara resmi dan sah menjadi nama angkatan Anggota PMII Komisariat STAI At Taqwa setelah mendapatkan suara terbanyak di acara Rapat Tindak Lanjut (RTL) Pasca MAPABA RAYA sepekan lalu. Acara tersebut diadakan di Gedung Graha NU Kotakulon, Bondowoso (25/10/2020).

Sahabat Zafilur Rohman yang mengusulkan nama angkatan tersebut menyampaikan bahwa menjadi warga pergerakan seharusnya harus menciptakan perubahan-perubahan yang terus berorientasi ke depan.

"Memang sih agak nyleneh nama 'Preman' ini, iya karena harus menarik. Tetapi dengan dasar pergerakan kita harus senantiasa membuat Revolusi-revolusi sehingga kita siap untuk menghadapi masa depan" Ujar Sahabat Zafilur Rohman Anggota Rayon Avicenna Tahun 2020.

Selain membahas nama angkatan, di RTL tersebut juga melaksanakan pemilihan Ketua Angkatan Tahun 2020. Sahabat Abdul Wafi dari Rayon Avicenna memperoleh suara terbanyak sehingga terpilih menjadi Ketua Angkatan 'Preman' 2020.

Sahabat Abdul Wafi yang baru terpilih menjadi Ketua Angkatan menyampaikan bahwa sejatinya seorang mahasiswa bukan hanya mempunyai kesadaran untuk menjadi orang yang berilmu, melainkan juga perlu mahasiwa mempunyai kesadaran untuk berorganisasi.

"Mulai saat ini saya harus bisa merangkul teman-teman saya agar tetap berproses dengan menjaga kesolidaritasan antar sesama. Karena Mahasiswa itu selain mempunyai kesadaran berilmu juga harus mempunyai kesadaran bermasyarakat, bernegara serta berorganisasi". Jelasnya.

Sahabat Muzakki selaku Ketua Komisariat Reden Bagus Asra STAI At Taqwa juga menyampaikan di RTL kali ini akan membahas tentang bagaimana kaderisasi Rayon Avicenna dan Averroes selama satu tahun kedepan. Serta mengajak kepada anggota maupun pengurus agar khitmad dan serius dalam menjalani proses.

"Cita-cita kalian akan tercapai tergantung proses kalian, tergantung bagaimana pengabdian kalian. Kalian harus bisa melawan rasa bosan yang ada didalam diri kalian sendiri dalam menjalani proses di organisasi, baik PMII maupun organisasi yang lain" Jelas Ketua Komisariat, Sahabat Muzakki.

Jumat, 23 Oktober 2020

"PK PMII UNIBO dan PK PMII WAHID HASYIM POLITEKNIK NEGERI JEMBER KAMPUS II Berkoalisi Adakan Mapaba Gabungan

Akhir-akhir ini, PMII Bondowoso lagi gencar-gencarnya dalam proses rekrutmen. Tidak lain demi mempertahankan jalannya regenerasi di organisasi. Hal tersebut dibuktikan oleh Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Bondowoso dan Wahid Hasyim Polije Kampus II yang bekerjasama mengadakan Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) yang bertempat di Kampus Universitas Bondowoso, Jum'at (23/10/2020).

Acara tersebut diikuti oleh puluhan peserta calon anggota, baik peserta internal maupun eksternal. Tema yang diusung di MAPABA kali ini adalah " Terbentuknya Generasi Emas Dalam Bingkai Kaderisasi Yang Disiplin". 

Sahabat Zainur Rozikin selaku ketua pantia menyampaikan, bahwa kedisiplinan organisasi harus ditanamkan mulai dari tingkat bawah atau ditingkat rayon.

"Otomatis kita mulai prinsip disiplin ini dari MAPABA dulu, karena MAPABA adalah gerbang awal untuk berproses di PMII". Ucapnya.

Ketika pembukaan acara, sahabat Abu Sofyan selaku majelis pembina komisariat PMII Unibo juga menyampaikan agar mahasiswa milenial saat ini harus bisa menguasai nilai akademisi dan gaya komunikasi yang kita dapat di organisasi.

"Agar keduanya tidak timpang dan itulah yang saya rasakan saat ini." Ujar sahabat abu Sofyan sekaligus membuka acara.

Sahabat Fathorrozi selaku Ketua Umum PC PMII Bondowoso, di dalam sambutannya juga menekankan kepada peserta agar serius dan tidak main-main dalam mengikuti MAPABA kali ini.

"Karena sering saya katakan jika kita menganggap acara ini biasa-biasa saja maka output nya pun biasa-biasa saja, tetapi jika dianggap luar biasa maka output-nya pun akan luar biasa" Tegasnya.

Senin, 19 Oktober 2020

Ratusan Mahasiswa Baru Bondowoso Angkatan 2020 Meminta Segera Di Baiat Di PMII


Dalam penutupan acara MAPABA RAYA yang di nahkodai oleh Pengurus Komisariat Raden Bagus Asra STAI At Taqwa Bondowoso, dini malam tadi, Senin (19/10) sebanyak 121 Peserta secara resmi dan sah telah dibaiat menjadi Anggota PMII Angkatan 2020 pasca mengucap ikrar dan janjinya yang dipimpin langsung oleh Ketua Pengurus Cabang PMII Bondowoso, Sahabat Fathorrozi S,Pd. 

Acara penutupan tersebut diadakan di Halaman SDN Klabang 1 Kecamatan Tegal Ampel, yang selama tiga hari dijadikan sebagai tempat MAPABA RAYA kali ini. Acara ini cukup berbeda dari sebelumnya. Pengurus Rayon Averrores dan Pengurus Rayon Avicenna bersatu di kepanitiaan dalam mensukseskan acara MAPABA RAYA.

Didalam sambutannya, Sahabat Muzakki menyampaikan latar belakang atau alasan diadakannya MAPABA RAYA ini "Alhamdulillah, kegiatan MAPABA berjalan dengan baik. Walaupun masih banyak hal harus diperbaiki. Melihat perkembahan PMII saat ini, bahkan dari tahun ke tahun semakin meningkat, baik dari kuantitas maupun kualitas anggota, terlebih khusus di tahun 2020 ini. 

Kegiatan ini dilaksanakan atas dasar permintaan dari mahasiswa baru itu sendiri untuk cepat dilaksanakan. Maka dari itu kami selaku pengurus komisariat PMII RBA STAI AT-TAQWA BONDOWOSO segera melaksanakan musyawarah dan membentuk struktur panitia, dengan jangka waktu 15 hari. Kinerja panitia sangat luar biasa dalam menyiapkan acara tersebut, mulai dari pendanaan dan perlengkapan lainnya. 

Panitia dan peserta bahkan tamu yang berada di area kegiatan harus tetap mengikuti ptotokol kesehatan seperti wajib bermasker, penyediaan handsantizer dan cek suhu badan sebab covid-19 tahun 2020 ini.

Harapan kami selaku pengurus komisariat PMII RBA STAI AT-TAQWA BONDOWOSO kepada anggota baru ialah tetap semangat dalam berproses, menimba ilmu dengan mengikuti proses kaderisasi yang ada di PMII, sehingga dapat bermanfaat bagi pribadi khalayak umum." Ucap Ketua Komisariat, Sahabat Muzakki.

Sahabat Agil selaku ketua panitia juga menyampaikan "Menurut saya alhamdulillah saya sangat bersyukur sekali karna acara telah lancar dan bisa di bilang cukup sukses menurut saya. Dan saya berharapa kedepannya sahabat sahabati PMII yg baru saja mengikuti mapaba bisa inten di PMII dan lebih aktif dan bersemangat lagi di PMII. Kedepannya semoga lebih baik lagi dan lagi." Ucapnya.

Pasca MAPABA RAYA ini seluruh anggota yang telah dibaiat baik yang dari internal maupun eksternal akan terus dikawal selama berproses. Akan diadakan RTL (Rapat Tindak Lanjut) pasca MAPABA. Terlebih di Internal sendiri baik Rayon Avicenna dan Rayon Averroes yang berada di naungan Komisariat RBA STAI At ATaqwa akan lebih memaksimalkan kembali proses untuk mencetak generasi yang berintelektual dan bermoral dalam menanggapi zaman yang terua berubah.

Selain itu, untuk menambah kuantitas kader PMII Bondowoso, khususnya Rayon Averroes dan Avicenna akan mengadakan MAPABA Rayon. Dimana antara kedua Rayon tersebut akan mengadakan secara mandiri acara MAPABA untuk merekrut calon-calon kader yang bersedia mengabdi di PMII.


Penulis : Imron ( Tim Media PMII Rayon Avicenna STAI At-Taqwa Bondowoso)

Sabtu, 10 Oktober 2020

Polemik Cipta Kerja UU disahkan Untuk Siapa?


Berdasarkan pada hasil wawancara Rosi Silalahi (08/10) pada talkshow ROSI di Kompas TV, Airlangga Hartanto berkilah bahwa UU Ciptaker ini mampu meningkatkan iklim investasi secara gradual dan masif, menurutnya UU Ciptaker ini juga mampu menarik minat para pemodal dalam negeri ataupun asing untuk berimvestasi dan akhirnya mampu meningkatkan siklus perekonomian yang lebih baik pasca pandemi. Namun,  Ida Fauziyah sebagai Menteri Ketenagakerjaan menimpali bahwa dengan menggelembungnya investasi di Indonesia akan berdampak positif pada peningkatan ekosistem lapangan kerja yang lebih besar, ia juga menambahi bahwa UU Ciptaker ini juga mampu memberikan jaminan sosial yang baik bagi kaum buruh. Bukan hanya itu saja, Menaker juga mengatakan bahwa UU Ciptaker ini juga menjadi sarana Upgreding kapasitas dan kapabalitas bagi kaum buruh pribumi untuk bersaing dengan pekerja global di Era Revolusi 4.0 ini. yang mana banyaknya pekerjaan yang dapat digantikan oleh Robot. Seperti contohnya Minimarket Amazon di Amerika Serikat sana yang tidak lagi menggunakan tenaga kasir. Juga seperti perusahaan asal Tiongkok milik Jack Ma yakni Alibaba yang tidak lagi menggunakan tenaga pramusaji dalam melayani tamu restoran melainkan menggunakan tekhnologi robotik untuk menggeser jasa atau tenaga pelayan restoran.
Namun sayangnya  semua alibi yang dilontarkan oleh pekerja sekaligus pejabat kabinet Indonesia Maju tersebut ditolak oleh banyak elemen masyarakat khususnya kaum buruh dan mahasiswa, terdapat banyak diksi yang kontra naratif dari kalangan  masyarakat seperti Buruh dan Mahasiswa, mereka menilai bahwa mulai dari pencanangan hingga pengesahan UU Ciptaker ini tidak Partisipasif atau tidak melibatkan masyarakat. Para pembuat kebijakan ini tidak menyerap aspirasi dan suara buruh. UU Ciptaker ini juga dinilai tidak relevan dengan nasib para kaum proletarian, UU Ciptaker ini hanya memasukkan skala prioritas kepentingan bagi para elit pemangku kepentingan seperti kaum korporate dan borjouis. UU Ciptaker ini juga dinilai terlalu eksploitatif terhadap kaum buruh, UU Ciptaker ini juga dinilai sebagai representasi bentuk kolonialisme perekonomian pada masa modern ini. serta juga dinilai mengkhianati perjuangan Marsinah dan Widji Tukul dalam memperjuangkan nasib buruh. UU Ciptaker ini juga bisa mereduksi kepercayaan masyarakat khususnya buruh terhadap Legislatif di Senayan dan Pimpinan Eksekutif khususnya di Istana Negara sana.
Banyak hal yang dilakukan oleh masyarakat utamanya mahasiswa seluruh nusantara seperti aksi demonstrasi oleh Buruh dan Mahasiswa di berbagai daerah di seluruh penjuru Indonesia, mahasiswa juga melakukan langkah konstitusional yudikatif seperti langkah Judisial Review atau Uji Materi di Mahkamah Konstitusi. dan  hal lainnya sebagai bentuk aktualiasasi daripada ekspresi  kekecewaan dan penolakan kaum buruh dan mahasiwa terhadap UU Ciptaker yang berpihak hanya kepada kaum Neo Kapitalis dan kaum Neo Oligarkis.
UU Ciptaker ini juga bisa menjadi fasilitator dalam hal kapitalisasi pekerja/buruh oleh kaum korporat oligarkis. Kebijakan Neo Oligarkis ini dirasa akan menyengsarakan kaum proletar buruh se indonesia. Undang-Undang ini juga di anggap nihil implementasi sila-sila pada Pancasila. Seperti halnya sila ke 5 yang berbunyi “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia” sebagaimana yang telah di paparkan oleh penulis diatas.  Apalagi ditengah Pandemi Covid 19 ini Pemerintah dan DPR RI seharusnya mengkonsentrasikan semua tenaga,waktu, dan juga pikiran mereka terhadap permasalahan bangsa yang lebih urgent dan krusial pada saat ini yakni penanganan pandemi Covid-19 ini, bukan malah memanipurnakan bahkan  mengesahkan Undang-Undang Ciptaker ini pada tengah malam ketika rakyat sedang terlelap dalam tidurnya dan disaat seluruh masyarakat sedang berjuang dan berperang dengan Pandemi C19 ini.  Ironisnya hal yang amoral ini justru dilakukan oleh anggota Dewan-Dewan (yang katanya) terhormat itu. Baiknya para pejabat itu membuat sebuah kebijakan yang lebih progresif demi kemaslahatan  orang banyak atau seluruh rakyat indonesia. Agar membuat kondisi NKRI jauh lebih kondusif daripada saat ini. Jika hanya ingin melakukan upgrading atau peningkatan kompotensi, kapasitas, dan kapabilitas buruh maka pemerintah bisa memberikan pendidikan vokasi ketenagakerjaan, pendidikan dan pelatihan buruh dalam atau luar negeri, atau kegiatan pendidikan vokasi untuk peningkatan standar SDM dan kompetensi kaum buruh kita agar menjadi lebih kompetitif lagi dalam persaingan lapangan kerja dengan masyarakat global, ditengah Era Revolusi 4.0 ini.   



Penulis : Abdi Aliev (Pengurus Rayon PMII Avicenna STAI At-Taqwa)

Kamis, 08 Oktober 2020

Tolak OmnibusLaw, PMII Bondowoso Turun Jalan.


Ratusan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bondowoso turun jalan setelah beberapa hari kemarin ditetapkannya dan disahkannya Omnibuslaw yang salah satunya Undang-Undang Ciptakerja menuai banyak kontroversi dan ditentang oleh seluruh kalangan di masyarakat. gedung DPRD Tenggarang, Bondowoso (08/10/2020).

Mengingat press reales PC PMII Bondowoso diantaranya :
Pengurus cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Bondowoso. menganggap dengan adanya UU Cipta Kerja, DPR dan Pemerintah telah memfasilitasi kepentingan monopoli ekonomi korporasi dan oligarki yang dilegalkan dalam UU Cipta Kerja bukan untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional. Untuk itu, PC PMII BONDOWOSO menolak keras UU Cipta Kerja tersebut.

Didalam tuntutan aksi dari PC PMII Bondowoso ada enam point yang dibacakan langsung oleh Ketua Umum PC PMII Bondowoso, Sahabat Fathorrozi yang disaksikan langsung oleh seluruh anggota DPRD Bondowoso. Yang menjadi point terakhir dan utama mengenai penolakan PC PMII Bondowoso terhadap UU Ciptakerja yaitu PC PMII Bondowoso Menuntut DPRD Bondowoso untuk bersikap kepada kepentingan rakyat dengan bersama sama menolak UU Cipta kerja.

PMII Bondowoso juga menganggap UU Cipta Kerja tidak mencerminkan pemerintahan yang baik (good governance). Sebab, dalam pembentukannya saja sudah main kucing-kucingan dengan rakyat, apalagi nantinya saat melaksanakan UU Cipta Kerja, bisa jadi rakyat akan di akal-akali dengan UU Cipta Kerja. 
"Kami akan mendukung sepenuhnya PB PMII yang akan melakukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi, sebab sebelumnya PB PMII pun pernah melakukan uji materi UU MD3 ke MK. Maka, tidak segan-segan PB PMII melakukan uji materi UU Cipta Kerja". Ujar Fathorrozi 

Ditemui langsung oleh Ahmad Dhafir selaku ketua DPRD Bondowoso dan peserta aksi diperbolehkan masuk.
DPRD tidak mempunyai kewenangan untuk menetapkan dan menolak apa yang telah disahkan oleh DPR-RI. Tetapi apa yang telah diperjuangkan oleh adek-adek PMII, apa yang telah disuarakan, kami akan bersedia menyampaikan aspirasi ini.

"Saya sangat mengerti bahwa fungsi DPR bukan hanya membuat undang-undang, menganggarkan dana daerah tetapi juga berfungsi sebagai tempat menampung, menfasilitasi dan menindaklanjuti aspirasi". Ungkap Ahmad Dhafir 

Dengan apa yang telah dilaksanakan, disuarakan dan disampaikan bersama bahwa DPRD akan menyampaikan aspirasi ke atasan.
 "Akan terus kami kawal tentang apa yang telah dikatakan oleh oleh ketua DPR, perjuangan kita tidak hanya sampai disini saja, ketika UU Ciptakerja masih dilaksanakan di negara ini, kami berjanji kami tidak akan tinggal diam, kami akan terus pantau perkembangan ini". Kata orator, sahabat Abduh

Aksi kali ini sudah termasuk dalam ketegori baik. Karena, peserta aksi tadi masih kondusif daan tetap mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker dan juga dalam hal ini akan tetap ada tindak lanjut, evaluasi besar-besaran dengan harapan baik.
"Mematuhi protokol kesehatan sebab masih berada di era oandemi covid-19 tetap kami lakukan". Ujar Korlap, Sahabat Ahmad Muzaki

Pentingnya Tri Fungsi NDP dalam berorganisasi PMII RBA STAI At-taqwa gelar kegiatan SARANG Avicenna ke-09.

  NDP yang berfungsi sebagai Kerangka Refleksi, Aksi dan Ideologis, merupakan Sublimasi nilai keislaman dan keindonesiaan. Sebagaimana ideol...