Senin, 23 Mei 2022

Siapkan Kader Militan, PR PMII Avicenna berikan Pelatihan Pada Anggota

Muhlas Ivandi saat mengisi materi Pelatihan Sertifikat Online pada Anggota Rayon Avicenna, Selasa (24/05/22).

Pengurus Rayon (PR) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII ) Rayon Avicenna berikan Pelatihan Pembuatan Sertifikat Online pada Anggota. Kegiatan tersebut bertempat di Kedai Kopi Kang Medt, Kademangan, Bondowoso, Selasa (24/05/22).

Muhlas Ivandi selaku pemateri, menyampaikan pentingnya pelatihan tersebut bertujuan untuk mengembangkan kreativitas anggota dalam rangka meningkatkan kualitas dirinya didalam bidang media & jaringan.

"Saya harap pelatihan pembuatan sertifikat online ini bisa bermanfaat bagi kalian, Agar kelak ketika sudah menjadi pengurus tidak kualahan mengkawal setiap kegiatan di rayon." Ucapnya.

Baca Juga :

Ketua Komisariat RBA STAI siapkan

Ini yang dilakukan rayon avicenna untuk

Selain pelatihan pembuatan sertifikat online, Muhlas juga menjelaskan kepada anggota rayon terkait pelatihan pembuatan Google Formulir (Google Form).

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa pesatnya perkembangan teknologi informasi dan media saat ini. Maka, perlu bagi Kader dan Anggota Rayon Avicenna mampu mengembangkan dan memanfaatkan peluang media demi kemajuan PMII kedepannya.

"Pelatihan kali ini tidak hanya bisa berguna ketika di rayon saja. Melainkan ini bisa menjadi bekal bagi kalian ketika nanti sudah semester V keatas. Semoga materi yang kita bahas saat ini bisa bermanfaat." Jelas Muhlas pada audien.

Selain dihadiri oleh anggota, Pelatihan Sertifikat Online juga dihadiri oleh ketua Rayon Avicenna 

, Muhammad Kamil Afandi.

Senin, 16 Mei 2022

Lubabul Jannah Jelaskan Pentingnya Strategi & Filosofi Gerakan PMII di Kampus

Lubabul Jannah Ketua Komisariat RBA STAI At-Taqwa, Saat menjelaskan materi kepada anggota rayon Avicenna, Selasa, (17/05/22).

Pengurus Rayon (PR) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Avicenna adakan kegiatan Tadarus pergerakan Bertempat di ruang A1 Kampus STAI At-Taqwa, Kademangan, Bondowoso. Selasa (17/05/22).

Lubabul Jannah Ketua Komisariat Jelaskan Strategi  dan Filosofi Gerakan PMII, Menurutnya pentingnya kesadaran anggota dan kader PMII Sangat perlu dalam pengembangan gerakan PMII STAI At-Taqwa. Selain itu, banyak dari anggota dan kader PMII kurang simpatik dalam mengembangkan Kualitas PMII dibidang media.

Pola pikir anggota dan kader PMII masih belum berkecimpung dimedia sosial, Gerakan PMII akan mudah ditemukan oleh masyarakat luar ataupun Organisasi Mahasiswa lain diluar mampu menemukan tranformasi gerakan PMII dibidang media.

Baca Juga :

PMII Bondowoso Tolak kenaikan BBM

Perkuat Nalar Kritis Anggota, PR PMII Avicenna berikan

Selain itu, Minat dan bakat (BAKNAT) dari masing-masing anggota dan kader PMII dapat mengetahui rentetan dari setiap personal masing-masing kader & Anggota. Perlunya mengetahui setiap masing-masing BAKNAT dari anggota dan kader bisa memberikan manfaat bagi dirinya dan PMII tersendiri.

"Strategi pengembangan PMII, Bukan hanya dikampus saja. Namun banyak dari berbagai macam lini/Ruang yang dapat dikembangkan salah satunya Media sosial (Medsos) dll."Ucapnya.

Lanjutnya, Luba juga mengatakan ketidak seimbangan antara kampus dan PMII tidak singkron dalam mensupport Mahasiswa dalam pengembangan intelektual dan gerakan PMII yang terjun langsung diranah Organisasi Intra kampus. Maka perlu adanya upaya dalam memupuk rasa percaya diri dan berani dalam mengembangkan Kualitas organisasi.

" Kader PMII akan maju jika dari anggota dan kader. apabila mampu memberikan kontribusi yang baik bagi dirinya, Sosial kemasyarakatan serta pola pikir harus diubah. Demi mengetahui sejauh mana kemampuan dan kemauan kita dalam berproses. " Jelas Lubabul Jannah, Ketua Saat menjelaskan Materi PMII & Filosofi Gerakan PMII.

Minggu, 17 April 2022

PMII Bondowoso Tolak Kenaikan BBM bersubsidi dan Bahan Pangan Untuk Masyarakat

Massa Aksi PMII Bondowoso di depan gedung DPRD kabupaten Bondowoso, Senin (18/04/22).

Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) gelar aksi turun jalan dalam rangka menolak kenaikan harga BBM bersubsidi dan bahan pangan pokok, Bertempat di depan gedung DPRD kabupaten Bondowoso, Senin ( 18/04/22).

PC PMII Bondowoso menolak dengan tegas terkait kenaikan harga BBM bersubsidi pertamax dan Bahan Pangan pokok (Minyak dan Gula). Aksi demonstrasi tersebut merupakan bentuk kepedulian PMII terhadap roda perekonomian dikalangan masyarakat.

Baca Juga :

Perkuat Nalar Kritis Anggota, PR PMII Avicenna adakan

Abdullah Basyir jelaskan sejarah peran

Selain itu, PC PMII Bondowoso juga menggugat tidak adanya kejelasan surat yang bedaran dari kementerian perdagangan tentang Harga Eceran Tertinggi (HET) dikalangan pedagang di pasaran.

Adapun pres realist yang di minta kepada ketua DPRD kabupaten Bondowoso sebagai berikut :

1. DPRD Bondowoso mendesak DPR RI, Kement

erian ESDM dan Kementerian BUMN untuk Menolak terhadap kenaikan BBM jenis Pertamax dan menghentikan wacana kenaikan harga BBM jenis pertalite dan solar.

2. Mendesak DPRD Kab. Bondowoso untuk mengontrol dan mengawasi kinerja dariPemerintah Kabupaten Bondowoso dalam menjamin ketersediaan stok BBM untuk mengatasi kelangkaan solar dan ancaman kelangkaan pertalite di Kabupaten Bondowoso.

3. Menuntut DPRD Bondowoso untuk mendesak DPR RI dan Menteri ESDM untuk menghentikan wacana kenaikan tarif listik.

4. Menolak kenaikan PPN dari 10% menjadi 11% yang berpengaruh terhadap kehidupan ekonomi masyarakat. Dll.

"Kami sangat menolak dengan tegas tentang kebijakan pemimpinan DPRD kabupaten Bondowoso yang saat ini tidak pro dan mendengarkan jeritan masyarakat yang terkungkung dengan kemerosotan ekonomi saat ini" ucap Firmanzah ketua PC PMII Bondowoso.

PMII Bondowoso mendesak DPRD Bondowoso untuk segera merelokasi kan kejelasan terkait tuntutan yang di ajukan.

Sabtu, 02 April 2022

Perkuat Nalar Kritis Anggota, PR PMII Avicenna berikan Bekal Ini Pada Anggota

Sahabat Hendrik Saat mengisi materi dasar-dasar ilmu filsafat, Bertempat di sekretariat Rayon Avicenna, Sabtu (02/04/22)

Pengurus Rayon Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Avicenna adakan kegiatan Kopdar Pergerakan , kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas mutu anggota utamanya tentang pentingnya berpikir kritis bagi mahasiswa. Kegiatan tersebut bertempat di Sekretariat Rayon Avicenna, Kota kulon, Bondowoso, Sabtu (02/04/22)

Materi kali ini dmengkaji dasar-dasar ilmu filsafat dengan menggunakan Novel Dunia Shopi karangan Joestien Garden, kajian tersebut di pimpin langsung oleh Sahabat Hendrik pengurus Komisariat (PK) PMII RBA STAI At-Taqwa.

Hendrik Mengatakan sangat penting bagi mahasiswa utama bagi kader PMII untuk mempelajari ilmu filsafat, ilmu filsafat sangat berperan penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan kualitas berpikir kritis transformatif.

Baca Juga :

Muhammad Noval beri pemahaman ASWAJA

Ahmad Taufiqi Minallah Jelaskan...

"Dahulu Masyarakat Yunani kuno percaya dengan mitos-mitos, Namun dengan lahirnya ilmu filsafat, Filsafat berperan dalam menepis pemikiran-pemikiran masyarakat Yunani terdahulu." Ucapnya.

Dengan memiliki basic ilmu filsafat, Seorang Mahasiswa pola pikirnya akan terbentuk secara tersendiri. Mengacu pada buku dunia Shopi, Secara tidak langsung karakter berpikir seseorang akan terbentuk tersendiri.

"Kalau tidak ilmu filsafat, Mungkin saja tidak akan lahir ilmu-ilmu lain yang kita ketahui saat ini." Katanya.

Pantauan Tim Media Rayon Avicenna, Kegiatan Kopdar Pergerakan Kali ini di akhiri dengan tanya jawab dan sesi foto bersama.

Jumat, 25 Maret 2022

Ahmad Taufiqi Minallah Jelaskan Pentingnya Kecintaan dan Kesetiaan Pada Organisasi

Suasana Kegiatan Kopdar Pergerakan Rayon Avicenna, Pengurus dan anggota saat menyimak materi yang dikaji, Sabtu (26/03/22)

Pengurus Rayon (PR) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII )Avicenna adakan kegiatan Kopdar Pergerakan sebagai representasi dari pengganti kegiatan Go to Home Avicenna, kegiatan tersebut bertempat di Taman Wringin Desa Pakuwesi Kecamatan Curahdami, Sabtu (26/03/22).

Viki menjelaskan tentang sekilas tententingnya kesadaran dalam memupuk cinta dan kesetiaan pada Organisasi (PMII), menurut nya dari banyaknya anggota Rayon Avicenna diharapkan perlu adanya upaya dalam memupuk niat untuk mengabadikan diri di organisasi.

Baca Juga :

Abdullah Basyir jelaskan sejarah peran

Muhammad Noval beri pemahaman ASWAJA

"Utamanya niat harus kalian ubah dari sekarang, Agar apa yang kalian inginkan dan berproses dapat menggapai apa yang diinginkan. Berproses diPMII tidak perlu cerdas dll, kalian cukup setiap dan kepada organisasi sudah sangat cukup membuktikan kualitas." Katanya

Ia juga menjelaskan kekompakan di internal anggota Rayon juga perlu, mengingat nantinya akan meniti tanggung jawab sebagai pengurus Rayon. Oleh karena itu harus ada kesadaran dalam mensolidkan angkatan.

"Nilai PMII selayaknya Suami istri, Maka kalian akan sepenuhnya cinta dan setia kepadanya." Tutur Ahmad Taufiqi Minallah Saat menjelaskan Materi kepada anggota.

Diakhir kegiatan, Seluruh anggota disuguhi seputar ngobrol Inspirasi (Ngopi) seputar pengalaman dan ilmu yang telah mereka dapat selama berproses di PMII. Dari sebagian anggota sangat antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut.

Senin, 28 Februari 2022

Muhammad Noval, Beri Pemahaman Aswaja Kepada Anggota Rayon

Muhammad Nauval saat mengisi Tadarus Pergerakan ke-15, bertempat di Sekretariat Rayon Avicenna, Rabu (01/03/22).
pergerakan yang biasa dilaksanakan oleh Pengurus Rayon (PR) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)  setiap 1 Minggu sekali, kegiatan tersebut dilaksanakan untuk fokus terhadap pengembangan potensi anggota.

Kegiatan tersebut merupakan kegiatan Tadarus Pergerakan ke-15 tentang Materi ke ASWAJA-an dengan mengambil tema "Strategi Pengembangan Diri Dari Paham Radikalisme dan Liberalisme". Bertempat di Sekretariat Rayon Avicenna, Kota kulon Bondowoso, Selasa (01/03/22).

Muhammad Noval, Ketua Bidang 3 Rayon Avicenna saat mengisi materi di kegiatan tersebut menyampaikan bahwa perhari ini banyak sekali anak mudah zaman sekarang mudah tercemari oleh paham Radikalisme dan Liberalisme.

Bukan hanya itu, kerap kali lingkungan yang tidak sesuai dengan karakteristik dirinya sendiri. Dewasa ini, untuk para pemuda utamanya kaum Mahasiswa hendaklah pintar dalam memilah bacaan dan lingkungan yang baik.

Baca Juga :

Abdullah Basyir jelaskan sejarah peran

Kembangkan Potensi PR PMII Avicenna

"Saat ini, dengan banyaknya fasilitas internet dan mulai pesatnya media sosial (Medsos). Kalian harus dapat memilah dan memilih informasi-informasi yang ada,  apalagi mudah berguru dan menggurui kepada para da'i yang tidak jelas nasabnya keilmuannya. " Ucapnya

Sebagai aktivis pergerakan, Mahasiswa sekarang harus dapat membentengi diri sendiri dari paham Radikalisme dan Liberalisme. Kader maupun anggota PMII harus bisa mengamalkan dan melestarikan budaya Islamisasi Nusantara yang di sebarkan oleh para Wali Songo dan para Masayikh Nahdlatul Ulama (NU).

Pewarta : Wafi

Editor     : Imron

Selasa, 22 Februari 2022

Abdullah Basyir jelaskan Sejarah, Peran serta Posisi NU dan PMII di Indonesia

Sahabat Abduh Saat mengisi materi pada anggota Rayon Avicenna, Bertempat di Sekretariat Kantor GP Ansor Tamansari Bondowoso, Rabu (23/02/22).

Pengurus Rayon (PR) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Avicenna adakan kegiatan Tadarus Pergerakan ke-14 bertempat di kantor Ansor, Tamansari Bondowoso, Rabu (23/02/22).

Abdullah Basyir yang biasa dipanggil cak Abduh menjelaskan tentang sekilas sejarah, peran, serta posisi Nu dan PMII di Indonesia.

Menurutnya, ada hubungan yang sangat kuat antara NU dan PMII Sangat memiliki hubungan yang sangat kuat, Salah satu ciri khasnya ialah dengan adanya hubungan-hubungan basis kekeluargaan Dsb.

"Dari segi bidang nasionalisme PMII memiliki basic pendidikan, Budaya, dan Pancasila sebagai ideologi nya. Namun untuk faham dari segi religius tetap Faham ahlu Sunnah wal Jama'ah (ASWAJA)." Ucapnya.

Baca Juga :

Mengutip dari sejarah sebelum berdirinya PMII, Ada organisasi Mahasiswa (ORMAS) yakni dengan adanya Himpunan Mahasiswa Islam ( HMI, Ikatan Mahasiswa NU (IMANU), Keluarga Mahasiswa NU (KMNU) dsb.

Pada tahun 1960 pada awal berdirinya, status PMII sebagai Banon NU hingga 2 tahun berikutnya setelah PMII menyatakan diri untuk interdependensi dan independen (memisahkan diri Banom NU).

"Dikarenakan posisi NU pada waktu itu sebagai status partai politik, maka posisi PMII pada waktu itu sebagai Banom NU. Menyatakan diri untuk memisahkan diri dari Banom NU secara organisasi. Namun PMII secara ideologis PMII tetap menganut Paham Aswaja. " Katanya.

Berbalik halnya dengan NU dan PMII dari dulu sampai sekarang NU tetap eksis dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia serta mempertahankan Faham Ahlu Sunnah wal Jama'ah (Aswaja) untuk tetap tumbuh berkembang dikalangan masyarakat Indonesia.

Pentingnya Tri Fungsi NDP dalam berorganisasi PMII RBA STAI At-taqwa gelar kegiatan SARANG Avicenna ke-09.

  NDP yang berfungsi sebagai Kerangka Refleksi, Aksi dan Ideologis, merupakan Sublimasi nilai keislaman dan keindonesiaan. Sebagaimana ideol...