![]() |
Massa Aksi PMII Bondowoso di depan gedung DPRD kabupaten Bondowoso, Senin (18/04/22). |
Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) gelar aksi turun jalan dalam rangka menolak kenaikan harga BBM bersubsidi dan bahan pangan pokok, Bertempat di depan gedung DPRD kabupaten Bondowoso, Senin ( 18/04/22).
PC PMII Bondowoso menolak dengan tegas terkait kenaikan harga BBM bersubsidi pertamax dan Bahan Pangan pokok (Minyak dan Gula). Aksi demonstrasi tersebut merupakan bentuk kepedulian PMII terhadap roda perekonomian dikalangan masyarakat.
Baca Juga :
Perkuat Nalar Kritis Anggota, PR PMII Avicenna adakan
Abdullah Basyir jelaskan sejarah peran
Selain itu, PC PMII Bondowoso juga menggugat tidak adanya kejelasan surat yang bedaran dari kementerian perdagangan tentang Harga Eceran Tertinggi (HET) dikalangan pedagang di pasaran.
Adapun pres realist yang di minta kepada ketua DPRD kabupaten Bondowoso sebagai berikut :
1. DPRD Bondowoso mendesak DPR RI, Kement
erian ESDM dan Kementerian BUMN untuk Menolak terhadap kenaikan BBM jenis Pertamax dan menghentikan wacana kenaikan harga BBM jenis pertalite dan solar.
2. Mendesak DPRD Kab. Bondowoso untuk mengontrol dan mengawasi kinerja dariPemerintah Kabupaten Bondowoso dalam menjamin ketersediaan stok BBM untuk mengatasi kelangkaan solar dan ancaman kelangkaan pertalite di Kabupaten Bondowoso.
3. Menuntut DPRD Bondowoso untuk mendesak DPR RI dan Menteri ESDM untuk menghentikan wacana kenaikan tarif listik.
4. Menolak kenaikan PPN dari 10% menjadi 11% yang berpengaruh terhadap kehidupan ekonomi masyarakat. Dll.
"Kami sangat menolak dengan tegas tentang kebijakan pemimpinan DPRD kabupaten Bondowoso yang saat ini tidak pro dan mendengarkan jeritan masyarakat yang terkungkung dengan kemerosotan ekonomi saat ini" ucap Firmanzah ketua PC PMII Bondowoso.
PMII Bondowoso mendesak DPRD Bondowoso untuk segera merelokasi kan kejelasan terkait tuntutan yang di ajukan.