Selasa, 15 November 2022

Eksistensi Sejarah Pendidikan Dari Masa Kemasa


  Dewasa ini sekarang lebih pesat dengan berkembangnya teknologi, ekonomi, dan basisi pendidikan semangkin pesat, dengan adanya hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan misalnya sudah di ciptakan oleh negara maju yang mulai menjuntai keras. Atas dasar-dasar ilmu pendidikan sebagai sarana pendukung untuk pendidikan dan dan peserta didik, tidak hanya itu para intelek muda semangkin berjerih payah dalam mengembangkan dan berlomba-lomba untuk aplikasi sebagai pendukung jalannya pendidikan. Tentu sudah kita ketahui di era Pandemi COVID-19 memang banyak membuat kerusuhan di berbagai bidang dari sektor ekonomi, pertanian, industri, dan pendidikan di dunia khususnya tanah air ini. 

       Namun, dari semua hal tersebut dapat kah kita menjadi era ini sebagai zaman Reformasi. Dalam segi pendidikan misalnya sangat menimbulkan kesan yang sang negatif dan positif pula, Memang tujuan pemerintah dalam hal mengantisipasi penyebaran Rantai penyebaran virus Corona ini sangat lah baik. Dengan mengeluarkan peraturan baru agar semua masyarakat dapat disiplin dalam mengedepankan kesehatan bersama secara umum. Berbagai semi pembelajaran yang dikembangkan oleh civitas pendidikan dari sekolah dasar, menengah pertama, menengah atas dan perguruan tinggi mogok total.

          Jika kita melihat problem solving yang sekarang terjadi membuat para pendidik dan peserta didik dalam proses pembelajaran, tidak langsung berjalan dengan sempurna. Dengan berbagai kendala yang membuat para peserta didik tidak konsisten dalam sistem pembelajaran di kelas online. Secara tidak langsung para peserta didik tertinggal dalam hal pengayoman dari pendidik, sungguh suatu hal yang sangat membingungkan. Memang pendidikan di zaman lampau sangat kurang tersentuh dari teknologi informasi seperti sekarang. Namun jika kita telaah lebih jauh, dengan adanya pendidikan yang secara harfiah memang bersal dari suatu bentuk rasa cinta dari pendidik terhadap perserta didik. Tidak dipungkiri lagi, toh meskipun zaman perkembangan pendidikan era kerajaan Hindu, bhudda, dan Islam, sampai pada tahun 30-90 an memang sangat telaten dalam mengembangkan potensi, minat, bakat, dan kualitas memang sudah ditanamkan sejak kecil.

Baca Juga :

Siapakah Musuh Kita?

Apa Kabar Waktu?

          Sistem pendidikan semenjak periode awal berkembangnya agama Hindu-Budha di Indonesia sepenuhnya sudah bermuatan keagamaan. Pelaksanaan pendidikan keagamaan Hindu-Budha berada di padepokan-padepokan. Ajaran Hindu-Budha ini memberikan corak praktik pendidikan di zaman kerajaan-kerajaan Hindu dan Budha di Kerajaan Kutai (Pulau Kalimantan), Kerajaan Tarumanegara hingga Majapahit (Pulau Jawa), Kerajaan Sriwijaya (Pulau Bali dan Sumatera). Kaum Brahmana pada masa Hindu-Budha merupakan kaum yang menyelenggarakan pendidikan dan pelajaran. Maka perlu diketahui bahwa sistem kasta yang diterapkan di Indonesia tidak terlalu keras seperti sistem kasta yang ada di India. Adapun beberapa materi-materi yang dipelajari ketika pendidikan keagamaan Hindu-Budha berlangsung, yaitu teologi (ilmu agama), bahasa dan sastra (ilmu kecakapan), ilmu-ilmu kemasyarakatan (ilmu sosial), ilmu-ilmu eksakta (ilmu perbintangan), ilmu pasti yaitu (perhitungan waktu, seni bangunan, seni rupa), dsb.

        Beralih pada tahun 1500 an awal mula masuk pendidikan Islam kenusantara, Ajaran agama Islam awal berkembang di kawasan pantai pesisir, sementara ajaran agama Hindu masih kuta di kawasan pedalaman. Kerajaan Samudra-Pasai (1297) di Indonesia menjadi kerajaan Islam pertama lebih tepatnya Aceh. Jauh sebelum Kerajaan Samudra-Pasai berdiri pengaruh ajaran Islam sudah masuk terlebih daulu ke Indonesia. Terbukti dengan adanya batu nisan seorang wanita bernama Fatimah binti Maimun pada tahun 476 H (1082 M) di Leran, dekat Gresik Jawa Timur. Pada masa pra-kolonial pendidikan agama Islam berbentuk pendidikan di pesantren, pendidikan di musola/langgar dan pendidikan di madrasah. Pertama, Pendidikan di musola/langgar dilaksanakan secara sederhana dengan binaan guru mengaji yang memiliki status dibawah kyai, materi yang diajarkan membaca Al-Qur’an dan Fiqih Dasar. Kedua, Pendidikan di pesantren memiliki sistem pendidikan pemondokan sederhana, materi pembelajaran bersifat khusus (keagamaan), penghormatan tertinggi kepada guru, tidak ada gaji untuk guru karena memotivasi santri semata-mata karena Allah SWT., dan santri datang untuk menuntut ilmu secara suka rela. Ketiga, pendidikan di madrasah memiliki sistem pendidikan yang mengajarkan agama dan ilmu pengetahuan seperti astronomi (ilmu falak), dan ilmu pengobatan. Ketiga sistem pendidikan Islam ini tetap bertahan sejak datangnya kolonial Belanda hingga saat ini.

      Dari sejarah historis perkembangan pendidikan dari massa kemasan dapat kita pahami, bahwasanya dengan sistem pendidikan Nasional yang mangkin berkembang tentunya dapat kita pahami dan cermati secara independen dan kritis. Dari berbagai hal diatas tak dapat dipisahkan dari yang namanya pengarahan dan ayoman dari orang tua serta guru dalam menggembleng perserta didik agar berkembang menjadi penerus bangsa yang kreatif, inovatif, produktif dan berprestasi untuk membawa bangsa ini ke massa depan yang lebih baik.


Penulis : Abdul Wafi ( Ketua Bidang 1 Kaderisasi dan Keilmuan PR PMII Avicenna)

Sabtu, 12 November 2022

Kenang Sejarah si Kembar, PR PMII Avicenna Gelar Kegiatan Sarang Avicenna Perdana


Tampak dari kanan : Sahabat Fathollah Ketika menerangkan materi Cikal Bakal berdirinya Rayon Avicenna dan Averoess kepada Anggota.

Pengurus Rayon (PR) pergerakan mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Avicenna STAI At Taqwa Bondowoso gelar kegiatan perdana. Sarasehan Ngaji Bareng ( SARANG) Avicenna yang bertempat di kediaman Sahabati Ulfa Musyarafah, Sukowono, Pujer Bondowoso, Sabtu (12/11/2022)

Ketua Kabid I Kaderisasi dan Keilmuan Sahabat Wafi mengatakan "SARANG AVICENNA" merupakan kegiatan mingguan yang dilaksanakan oleh Pengurus Rayon Avicenna. Tujuan dilaksanakannya kegiatan sarang Avicenna bertujuan sebagai tindak lanjut dari pendalaman materi pasca MAPABA.

" Kegiatan SARANG AVICENNA perdana kali ini, Saya harapkan menjadi awal bagi anggota. Sehingga kedepannya anggota Rayon Avicenna bisa ikut dengan khidmat dalam mengikuti seluruh kegiatan yang dilaksanakan oleh pengurus rayon avicenna". ucapnya,

Dalam kegiatan tersebut, Pengurus Bidang 1 mengambil tema " Mengenang Sejarah Si kembar " dalam hal ini dimaksudkan untuk mengetahui seluk-beluk dan sejarah berdirinya rayon Avicenna dan Rayon Averoess .

Sahabat Fatholla selaku pemateri menjelaskan Rayon Avicenna dan Averoess didirikan atas dasar keinginan para pengurus komisariat waktu gelisah dengan semangkin banyaknya jumlah anggota di komisariat STAI At-Taqwa sudah mencapai lebih dari 100 anggota yang tergabung didalam ke anggota an PMII di Komisariat Raden Bagus Asra (RBA) STAI At-Taqwa Bondowoso.

Baca Juga :

PK PMII RBA STAI At-Taqwa Gelar Rtk

Bekali Anggota, PR PMII Avicenna Berikan ini Pada Anggota

Lanjut, Sahabat Fathollah juga menjelaskan Keinginan untuk mendirikan rayon dilandasi atas dasar perlunya wadah tersendiri bagi mahasiswa yang ingin bergabung di organisasi PMII. Hingga pada tahun 2017 tepatnya di bulan Februari dirinya ( Sahabat Fathollah, Sahabat Yudik, Serta sahabat Ahdari ) ikut menghadiri KONGRES PB PMII yang dilaksanakan di Jambi.

" Dari hasil KONGRES PB PMII di Jambi tersebut, Argumentasi yang kita ajukan akhirnya diterima. Sehingga pada tanggal 16 Maret 2017 kita sepakat untuk mendirikan kedua rayon persiapan". Jelasnya.

Berdirinya Rayon Avicenna dan Averoess yang mana pada waktu itu masih berstatus sebagai rayon persiapan diharapkan optimalisasi berdirinya kedua rayon kedepannya mampu mencetak kader-kader yang produktif serta berkualitas.

Selain itu, Ketua Rayon Avicenna sahabat Ahmad Taufiqi Minallah juga menyampaikan berharap agar semua kader bisa memahami pentingnya sejarah. Utamanya tentang sejarah lokal dari rayon tersendiri.

"karena kuatnya suatu organisasi bukan hanya diliat dari kuantitas maupun kualitas akan tetapi tidak pernah melupakan sejarah," Ucapnya, Ahmad Taufiqi Minallah dalam sambutan di kegiatan SARANG AVICENNA.

Selasa, 11 Oktober 2022

Sejarah Terbentuknya PMII Bondowoso

(Cak Joni), salah satu saksi lahirnya PMII di Bondowoso mengatakan bahwa ada dua tokoh pencetus PMII yang masih ada sampai sekarang  merupakan mahasiswa Bondowoso dan kebetulan dia juga terdaftar dalam struktur kepengurusan PC IPNU yaitu Mansyur dan Miftah.

dia berkata “ketika saya masih menjadi ketua umum dan pada saat itu ada diskusi untuk membawa organisasi kemahasiswaan itu ke Bondowoso, saya bersama semua sahabat saya bersepakat untuk memfasilitasi berdirinya PMII dan HMI. Kedua organisasi ini memiliki fisi yang sama untuk membuat perubahan di Bondowoso”. 

Baca Juga:

Bekali Anggota, PR PMII Avicenna Berikan ini Pada Anggota

Setiap kegiatan kemahasiswaan selalu di diskusikan di wadah ipnu sehingga nanti apa yang dilakukan itu menjadi satu garis untuk melakukan sebuah perubahan. Setelah itu, masing-masing organisasi berkembang secara baik  sesuai fisi dan misinya sampai sekarang. 

Beliau juga mengatakan bahwa, yang di sampaikan hanya secara umum saja. Untuk penjelasan yang lebih mendalam tentang lahirnya dua organisasi besar itu bisa di gali dari dua tokoh yang beliau sebutkan sebelumnya yakni mansyur dan miftah.

Ketika cak yoni masih menjadi IPNU (ikatan putra Nahdlatul Ulama), sehingga sasaran itu agak melebar seperti: pelajar, mahasiswa, santri pesantren, sehingga tidak fokus ketika berdiskusi di lingkungan IPNU.

“Untuk lebih memfokuskan kepada mahasiswa maka kita memfasilitasi untuk mendirikan PMII. kemudian, yang di pesantren itu ada semacam pkpi, jadi di sekolah tidak ada ke komisariatan IPNU sekolah. Sebenarnya hanya fokus pada masing-masing sasaran saja memang secara naluri ingin membuat seperti ini” (ungkap beliau).


Adapun pesan cak joni pada ke 2 organisasi (PMII dan HMI)

“Ke dua nya sudah memiliki jati diri masing- masing dan juga saya berharap ke dua organisasi ini membawa perubahan untuk bondowoso dan hal-hal positif di bondowoso jika ada persoalan perbedaan pendapat, visi dan misi itu adalah hal yang wajar.  karena, memang berbeda, yang penting tetap membawa misi perubahan itu. Dan yang penting tidak saling menyalahkan dan menjatuhkan tatkala  ada persaingan itu wajar saja karena  itu memancing motifasi saja”

Senin, 26 September 2022

PK PMII RBA STAI At Taqwa Gelar RTK, Ini Harapan Lubabul Jannah Selaku ketua Komisariat Demisioner


Dari kanan : ketua demisioner dan ketue terpilih saat memberikan sambutan.

Pengurus Komisariat ( PK ) Raden Bagus Asra STAI At-Taqwa Bondowoso gelar pelaksanaan kegiatan Rapat Tahunan Komisariat ( RTK ). Kegiatan tersebut dilaksanakan bertempat di Aula Graha PMII, Poncogati, Curahdami, Bondowoso. Minggu (25/09/22).

Muhammad Baihaqi ketua panitia RTK mengatakan kegiatan RTK dilaksanakan setiap 1 Tahun sekali dalam rangka mengeksplorasi kader maupun pengurus yang sudah dirasa cukup untuk mengemban amanah untuk mengawal serta jenjang kaderisasi lanjut setelah menjadi pengurus rayon, Kegiatan RTK kali ini dilaksanakan dari tanggal 25-25 September 2022.

Transformasi kaderisasi komisariat merupakan salah satu tujuan utama bagi komisariat untuk menyiapkan kader-kader terbaik sebagai acuan dalam mengarahkan arah kaderisasi komisariat menjadi lebih baik dan stabil.

Baca juga : 

Bekali Anggota, PR PMII Avicenna berikan Ini pada anggota

" Kami mengusung tema "Terwujudnya Kepengurusan yang Bersinergi,Militan dan Mampu Menghadapi Tantangan Zaman " diharapkan dapat memberikan surat perubahan serta kemajuan komisariat STAI At-Taqwa agar lebih baik. Harapan saya kepengurusan selanjutnya dapat memberikan suatu transformasi kaderisasi serta dapat membawa arah kebijakan Advokasi & Gerakan yang lebih ideal bagi komisariat kedepannya" Ucapnya. 

Lubabul Jannah selaku ketua komisariat demisioner RBA STAI At Taqwa mengatakan kepemimpinan komisariat kedepannya harus di upgrade kembali dan mampu menumbuhkan dan memberi pengawalan terhadap kedua rayon agar lebih baik secara etika maupun garis koordinasi dari berorganisasi. Etika berorganisasi merupakan salah satu cara terbaik agar mencapai tujuan organisasi yang mampu memberikan arah kebijakan kaderisasi di komisariat menjadi transformatif.

" Tupoksi dari komisariat adalah mengawasi dan mengontrol kedua rayon. karena jenjang kaderisasi,sentrum kaderisasi adalah kepada rayon. Dimana komisariat mengawasi gerak gerik pengurus rayon. Sedangkan kaderisasi pengurus rayon seharusnya disentrumkan kepada anggota,"jelasnya.

Diakhir acara, Pantauan tim Media rayon avicenna kegiatan RTK berjalan lancar dan efektif, Dari hasil diadakannya kegiatan RTK kali ini menghasilkan suatu produk hukum serta strategi pengembangan PMII di Komisariat RBA STAI At-Taqwa Bondowoso yang diharapkan produk hukum yang telah disahkan dapat membuahkan hasil yang maksimal dan mampu bertransformasi komisariat kedepan. 

Didalam kegiatan RTK kali ini yang dihadiri oleh 20 peserta sidang dari rayon Averoess dan rayon Avicenna menemukan titik tumpu pimpinan organisasi baru di komisariat takni Sahabat Kamil Afandi sebagai ketua mandataris Komisariat RBA STAI At Taqwa, dan Sahabati Siti Nuri Diana Jadidah sebagai ketua kopri Komisariat RBA STAI At Taqwa yang nantinya diharapkan dapat mengakomodir kepemimpinan komisariat Raden Bagus Asra kedepan agar lebih baik.

Jumat, 22 Juli 2022

Bekali Anggota, PR PMII Avicenna Laksanakan kegiatan Simulasi Persidangan

Ahmad Rizal saat mengisi materi simulasi persidangan kepada anggota Rayon Avicenna, Bertempat di sekretariat Rayon Avicenna, Sabtu (23/07/22).

Pengurus Rayon (PR) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Avicenna Laksanakan kegiatan Simulasi Persidangan untuk anggota dalam rangka persiapan Rapat Tahunan Anggota Rayon (RTAR) VI Avicenna, Kegiatan tersebut bertempat di Sekretariat Rayon Avicenna, Kota Kulon, Bondowoso, Sabtu (23/07/22).

Ahmad Rizal Selaku Pemateri dalam kegiatan simulasi persidangan menjelaskan, Mempelajari tentang simulasi persidangan sangat perlu. Mengingat RTAR merupakan forum tertinggi dalam menentukan keberlangsungan kemajuan kayon kedepannya.

Baca Juga :

Siapkan Kader Militan, PR PMII Avicenna berikan

PMII Bondowoso Tolak Kenaikan BBM

" Ketika kalian di Forum, Harus mampu mengeluarkan hak suara kalian selama dipersidangan. Dan yang perlu diingat RTAR ini merupakan ajang bagi kalian untuk berproses." Ucapnya.

Selama kegiatan berlangsung simulasi persidangan, Rizal menjelaskan serta menginginkan untuk lebih baik dalam memahami terkait simulasi persidangan kali ini agar dapat dilaksanakan ketika diforum resmi RTA setelahnya.

M. Roni Pengurus Rayon Avicenna Anggota Bidang 1 Biro ke ilmuan mengatakan, kegiatan simulasi persidangan kali ini merupakan kegiatan yang terakhir bagi anggota. Mengingat pelaksanaan Rapat Tahunan Anggota Rayon (RTAR) Avicenna akan dilaksanakan secepatnya dibulan Agustus mendatang. 

Senin, 23 Mei 2022

Siapkan Kader Militan, PR PMII Avicenna berikan Pelatihan Pada Anggota

Muhlas Ivandi saat mengisi materi Pelatihan Sertifikat Online pada Anggota Rayon Avicenna, Selasa (24/05/22).

Pengurus Rayon (PR) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII ) Rayon Avicenna berikan Pelatihan Pembuatan Sertifikat Online pada Anggota. Kegiatan tersebut bertempat di Kedai Kopi Kang Medt, Kademangan, Bondowoso, Selasa (24/05/22).

Muhlas Ivandi selaku pemateri, menyampaikan pentingnya pelatihan tersebut bertujuan untuk mengembangkan kreativitas anggota dalam rangka meningkatkan kualitas dirinya didalam bidang media & jaringan.

"Saya harap pelatihan pembuatan sertifikat online ini bisa bermanfaat bagi kalian, Agar kelak ketika sudah menjadi pengurus tidak kualahan mengkawal setiap kegiatan di rayon." Ucapnya.

Baca Juga :

Ketua Komisariat RBA STAI siapkan

Ini yang dilakukan rayon avicenna untuk

Selain pelatihan pembuatan sertifikat online, Muhlas juga menjelaskan kepada anggota rayon terkait pelatihan pembuatan Google Formulir (Google Form).

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa pesatnya perkembangan teknologi informasi dan media saat ini. Maka, perlu bagi Kader dan Anggota Rayon Avicenna mampu mengembangkan dan memanfaatkan peluang media demi kemajuan PMII kedepannya.

"Pelatihan kali ini tidak hanya bisa berguna ketika di rayon saja. Melainkan ini bisa menjadi bekal bagi kalian ketika nanti sudah semester V keatas. Semoga materi yang kita bahas saat ini bisa bermanfaat." Jelas Muhlas pada audien.

Selain dihadiri oleh anggota, Pelatihan Sertifikat Online juga dihadiri oleh ketua Rayon Avicenna 

, Muhammad Kamil Afandi.

Senin, 16 Mei 2022

Lubabul Jannah Jelaskan Pentingnya Strategi & Filosofi Gerakan PMII di Kampus

Lubabul Jannah Ketua Komisariat RBA STAI At-Taqwa, Saat menjelaskan materi kepada anggota rayon Avicenna, Selasa, (17/05/22).

Pengurus Rayon (PR) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Avicenna adakan kegiatan Tadarus pergerakan Bertempat di ruang A1 Kampus STAI At-Taqwa, Kademangan, Bondowoso. Selasa (17/05/22).

Lubabul Jannah Ketua Komisariat Jelaskan Strategi  dan Filosofi Gerakan PMII, Menurutnya pentingnya kesadaran anggota dan kader PMII Sangat perlu dalam pengembangan gerakan PMII STAI At-Taqwa. Selain itu, banyak dari anggota dan kader PMII kurang simpatik dalam mengembangkan Kualitas PMII dibidang media.

Pola pikir anggota dan kader PMII masih belum berkecimpung dimedia sosial, Gerakan PMII akan mudah ditemukan oleh masyarakat luar ataupun Organisasi Mahasiswa lain diluar mampu menemukan tranformasi gerakan PMII dibidang media.

Baca Juga :

PMII Bondowoso Tolak kenaikan BBM

Perkuat Nalar Kritis Anggota, PR PMII Avicenna berikan

Selain itu, Minat dan bakat (BAKNAT) dari masing-masing anggota dan kader PMII dapat mengetahui rentetan dari setiap personal masing-masing kader & Anggota. Perlunya mengetahui setiap masing-masing BAKNAT dari anggota dan kader bisa memberikan manfaat bagi dirinya dan PMII tersendiri.

"Strategi pengembangan PMII, Bukan hanya dikampus saja. Namun banyak dari berbagai macam lini/Ruang yang dapat dikembangkan salah satunya Media sosial (Medsos) dll."Ucapnya.

Lanjutnya, Luba juga mengatakan ketidak seimbangan antara kampus dan PMII tidak singkron dalam mensupport Mahasiswa dalam pengembangan intelektual dan gerakan PMII yang terjun langsung diranah Organisasi Intra kampus. Maka perlu adanya upaya dalam memupuk rasa percaya diri dan berani dalam mengembangkan Kualitas organisasi.

" Kader PMII akan maju jika dari anggota dan kader. apabila mampu memberikan kontribusi yang baik bagi dirinya, Sosial kemasyarakatan serta pola pikir harus diubah. Demi mengetahui sejauh mana kemampuan dan kemauan kita dalam berproses. " Jelas Lubabul Jannah, Ketua Saat menjelaskan Materi PMII & Filosofi Gerakan PMII.

Pentingnya Tri Fungsi NDP dalam berorganisasi PMII RBA STAI At-taqwa gelar kegiatan SARANG Avicenna ke-09.

  NDP yang berfungsi sebagai Kerangka Refleksi, Aksi dan Ideologis, merupakan Sublimasi nilai keislaman dan keindonesiaan. Sebagaimana ideol...