Minggu, 20 November 2022

PELANTIKAN PENGURUS KOMISARIAT RADEN BAGUS ASTRA STAI AT-TAQWA MASA KHIDMAT 2022/2023

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Raden Bagus Asra (RBA) STAI At-Taqwa Bondowoso gelar pelaksanaan pelantikan dan rapat kerja, Kegiatan Tersebut bertempat di Aula Sabha Bina Praja II, Bappeda, Bondowoso, Jum'at (18/11/22).

Acara tersebut dihadiri oleh Dr. Suheri, S.Pd.I, M.Pd.I selaku ketua At-Taqwa dan Juga Beliau pernah berkiprah di organisasi PMII, Sahabat Firman selaku Ketua Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bondowoso, beserta jajaran pengurus rayon, dan anggota PMII lainnya.

Jauh sebelum pelantikan kali ini, Sejak tanggal 13 November 2019 sudah terbentuk angkatan sembilan belas (19). Yang mana angkatan tersebut diberi nama 'AIRLANGGA' (Angkatan Intelektual Revormis Berlandaskan Agama dan Nilai-nilai Pergerakan). Dan keluar sebagai Ketua Komisariat terpilih yaitu Sahabat M. Kamil Afandi dan Sahabati Siti Nur Diana J. Sebagai ketua Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) Komisariat. 

Kamil Afandi selaku ketua komisariat RBA STAI At-Taqwa Bondowoso mengatakan harapannya untuk selalu semangat dan mengabdi di PMII, Saat ini planning pengurus komisariat juga ingin mendirikan rayon persiapan kedepannya.

Baca juga:

Ini Yang Di Berikan Pengurus Komisariat Pada Rayon Averroes Dan Avicenna

" Sesuai dengan Tujuan PMII yang nomor 5 bertanggungjawab dalam mengamalkan ilmu serta kometmen dalam memperjuangkan cita-cita Kemerdekaan bangsa Indonesia. Dari kutipan tersebut tentunya kita harapkan kader-kader STAI At-Taqwa yang mampu memberikan suatu transformasi kaderisasi terbaik di komisariat,". Ucapnya,

Selain itu, Ketua Kopri Komisariat RBA STAI At-Taqwa juga menyampaikan bahwa Reorientasi kaderisasi Kopri Komisariat mampu bertransformasi juga dalam mengawal kemajuan Kopri kedepan. Sehingga nanti harapannya selaku ketua Kopri, Kopri mampu mandiri dan lebih berkembang kedepannya. 

Lanjutnya, Kemandirian kopri Bukan berati memisahkan diri dengan komisariat. Melainkan adanya reformasi kepengurusan Kopri lebih baik kedepannya. Pengembangan serta aktualisasi kemajuan kader Kopri merupakan suatu tujuan bersama yang di emban bersama oleh pengurus kopri komisariat kedepan agar lebih baik kedepannya.

Dalam sesi sambutannya Ketua Stai At-Taqwa menyampaikan bahwasanya "Komisariat maupun Rayon Stai At-Taqwa perlu dan harus merencanakan untuk membangun kantor permanen."

"Sebagai kader PMII harus mencerminkan dirinya sebagai aktor yang identik dengan nilai-nilai Religius, spiritual, dan agamis. 

Sebagaimana yang sudah dipraktekkan di kegiatan-kegiatan PMII itu sendiri, seperti Sholawatan, Tahlilan setiap hari Jum'at dll. Maka hal semacam itu harus tetap di jalankan, dan juga di biayakan. 

"Begitu pula dengan kader-kader PMII, harus royal demi kepentingan Organisasi PMII itu sendiri." Pungkasnya. 

Sahabat Firmanzah, S.Pd selaku ketua cabang PMII Bondowoso juga mengatakan komisariat dan rayon selaku dapur Kaderisasi tentunya merupakan sebuah Ikhwanul awal bagi sahabat-sahabat PMII untuk dijadikan tujuan awal bagi para kader PMII. Proses pengkaderan tentunya juga harus masif dan mampu melahirkan wajah-wajah baru yang berintelektual dan tentu nya Sangat bermanfaat bagi kita selaku kader PMII.

Pengalihan arus besar ideologi Kaderisasi di pmii tentunya perhari mengalami stagnan kaderisasi, Dati perihal tersebut tentunya adanya problem dan degradasi moral dan intelektual sudah mengalami penurunan. Di PMII kita juga harus dapat member suatu aktualisasi Kaderisasi yang lebih baik kedepan

Pengembangan model Kaderisasi saat ini memang sangat dibutuhkan, Salah satunya dengan harus disertakan pendalaman materi-materi MAPABA harus lebih ditekankan sehingga nantinya diharapkan mampu melahirkan wajah-wajah baru yang berintegritas bagi para anggota dan kader PMII.

Sahabat Firman juga menyampaikan "Bahwasanya ketua dan anggota pengurus komisariat merupakan ruang untuk melakukan kaderisasi dan juga devisit kader yang berkualitas". 

"Pengurus Rayon dan Komisariat harus siap kedepannya, Sebagaimana proses pengkaderan masif dengan dilakukannya diskusi-diskusi panjang yang akan melahirkan sebuah kader-kader yang baru". Harapnya.

Rabu, 16 November 2022

Aku

 


Aku....

Aku makhluk kecil

yang berlumpurkan dosa

Merangkai kata yg ku lantunkan

Pada sang semesta

Aku makhluk yang terus berjuang dengan asa

hingga lupa akan dosa.

Malam-malamku tak seindah mereka yg disana

Hanya kesedihan yg dapat ku rasakan......

Apakah kau tau......

Mulutku hanya mampu meminta 

Pada sang semesta.

Tak dapat memaksa......

Akan takdir yang nyata

Baca juga : Eksistensi sejarah pendidikan dari masa

Wahai engkau yg selalu dipuja..........

Tak dapat kata yg dapat kuhaturkan

Melainkan permohonan

Yang entah kapan kau kabulkan

Mimpiku bertemu dengannya

Namun itu adalah ilusi semata

Aku makhluk tak lagi merangkai kata

Untuk dilantunkan kepada sang pencipta.

Jutaan jejak telah ku lakukan hanya beliau yang dapat mengartikan.

Penulis : Ulfa Musyarofah


Selasa, 15 November 2022

Eksistensi Sejarah Pendidikan Dari Masa Kemasa


  Dewasa ini sekarang lebih pesat dengan berkembangnya teknologi, ekonomi, dan basisi pendidikan semangkin pesat, dengan adanya hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan misalnya sudah di ciptakan oleh negara maju yang mulai menjuntai keras. Atas dasar-dasar ilmu pendidikan sebagai sarana pendukung untuk pendidikan dan dan peserta didik, tidak hanya itu para intelek muda semangkin berjerih payah dalam mengembangkan dan berlomba-lomba untuk aplikasi sebagai pendukung jalannya pendidikan. Tentu sudah kita ketahui di era Pandemi COVID-19 memang banyak membuat kerusuhan di berbagai bidang dari sektor ekonomi, pertanian, industri, dan pendidikan di dunia khususnya tanah air ini. 

       Namun, dari semua hal tersebut dapat kah kita menjadi era ini sebagai zaman Reformasi. Dalam segi pendidikan misalnya sangat menimbulkan kesan yang sang negatif dan positif pula, Memang tujuan pemerintah dalam hal mengantisipasi penyebaran Rantai penyebaran virus Corona ini sangat lah baik. Dengan mengeluarkan peraturan baru agar semua masyarakat dapat disiplin dalam mengedepankan kesehatan bersama secara umum. Berbagai semi pembelajaran yang dikembangkan oleh civitas pendidikan dari sekolah dasar, menengah pertama, menengah atas dan perguruan tinggi mogok total.

          Jika kita melihat problem solving yang sekarang terjadi membuat para pendidik dan peserta didik dalam proses pembelajaran, tidak langsung berjalan dengan sempurna. Dengan berbagai kendala yang membuat para peserta didik tidak konsisten dalam sistem pembelajaran di kelas online. Secara tidak langsung para peserta didik tertinggal dalam hal pengayoman dari pendidik, sungguh suatu hal yang sangat membingungkan. Memang pendidikan di zaman lampau sangat kurang tersentuh dari teknologi informasi seperti sekarang. Namun jika kita telaah lebih jauh, dengan adanya pendidikan yang secara harfiah memang bersal dari suatu bentuk rasa cinta dari pendidik terhadap perserta didik. Tidak dipungkiri lagi, toh meskipun zaman perkembangan pendidikan era kerajaan Hindu, bhudda, dan Islam, sampai pada tahun 30-90 an memang sangat telaten dalam mengembangkan potensi, minat, bakat, dan kualitas memang sudah ditanamkan sejak kecil.

Baca Juga :

Siapakah Musuh Kita?

Apa Kabar Waktu?

          Sistem pendidikan semenjak periode awal berkembangnya agama Hindu-Budha di Indonesia sepenuhnya sudah bermuatan keagamaan. Pelaksanaan pendidikan keagamaan Hindu-Budha berada di padepokan-padepokan. Ajaran Hindu-Budha ini memberikan corak praktik pendidikan di zaman kerajaan-kerajaan Hindu dan Budha di Kerajaan Kutai (Pulau Kalimantan), Kerajaan Tarumanegara hingga Majapahit (Pulau Jawa), Kerajaan Sriwijaya (Pulau Bali dan Sumatera). Kaum Brahmana pada masa Hindu-Budha merupakan kaum yang menyelenggarakan pendidikan dan pelajaran. Maka perlu diketahui bahwa sistem kasta yang diterapkan di Indonesia tidak terlalu keras seperti sistem kasta yang ada di India. Adapun beberapa materi-materi yang dipelajari ketika pendidikan keagamaan Hindu-Budha berlangsung, yaitu teologi (ilmu agama), bahasa dan sastra (ilmu kecakapan), ilmu-ilmu kemasyarakatan (ilmu sosial), ilmu-ilmu eksakta (ilmu perbintangan), ilmu pasti yaitu (perhitungan waktu, seni bangunan, seni rupa), dsb.

        Beralih pada tahun 1500 an awal mula masuk pendidikan Islam kenusantara, Ajaran agama Islam awal berkembang di kawasan pantai pesisir, sementara ajaran agama Hindu masih kuta di kawasan pedalaman. Kerajaan Samudra-Pasai (1297) di Indonesia menjadi kerajaan Islam pertama lebih tepatnya Aceh. Jauh sebelum Kerajaan Samudra-Pasai berdiri pengaruh ajaran Islam sudah masuk terlebih daulu ke Indonesia. Terbukti dengan adanya batu nisan seorang wanita bernama Fatimah binti Maimun pada tahun 476 H (1082 M) di Leran, dekat Gresik Jawa Timur. Pada masa pra-kolonial pendidikan agama Islam berbentuk pendidikan di pesantren, pendidikan di musola/langgar dan pendidikan di madrasah. Pertama, Pendidikan di musola/langgar dilaksanakan secara sederhana dengan binaan guru mengaji yang memiliki status dibawah kyai, materi yang diajarkan membaca Al-Qur’an dan Fiqih Dasar. Kedua, Pendidikan di pesantren memiliki sistem pendidikan pemondokan sederhana, materi pembelajaran bersifat khusus (keagamaan), penghormatan tertinggi kepada guru, tidak ada gaji untuk guru karena memotivasi santri semata-mata karena Allah SWT., dan santri datang untuk menuntut ilmu secara suka rela. Ketiga, pendidikan di madrasah memiliki sistem pendidikan yang mengajarkan agama dan ilmu pengetahuan seperti astronomi (ilmu falak), dan ilmu pengobatan. Ketiga sistem pendidikan Islam ini tetap bertahan sejak datangnya kolonial Belanda hingga saat ini.

      Dari sejarah historis perkembangan pendidikan dari massa kemasan dapat kita pahami, bahwasanya dengan sistem pendidikan Nasional yang mangkin berkembang tentunya dapat kita pahami dan cermati secara independen dan kritis. Dari berbagai hal diatas tak dapat dipisahkan dari yang namanya pengarahan dan ayoman dari orang tua serta guru dalam menggembleng perserta didik agar berkembang menjadi penerus bangsa yang kreatif, inovatif, produktif dan berprestasi untuk membawa bangsa ini ke massa depan yang lebih baik.


Penulis : Abdul Wafi ( Ketua Bidang 1 Kaderisasi dan Keilmuan PR PMII Avicenna)

Sabtu, 12 November 2022

Kenang Sejarah si Kembar, PR PMII Avicenna Gelar Kegiatan Sarang Avicenna Perdana


Tampak dari kanan : Sahabat Fathollah Ketika menerangkan materi Cikal Bakal berdirinya Rayon Avicenna dan Averoess kepada Anggota.

Pengurus Rayon (PR) pergerakan mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Avicenna STAI At Taqwa Bondowoso gelar kegiatan perdana. Sarasehan Ngaji Bareng ( SARANG) Avicenna yang bertempat di kediaman Sahabati Ulfa Musyarafah, Sukowono, Pujer Bondowoso, Sabtu (12/11/2022)

Ketua Kabid I Kaderisasi dan Keilmuan Sahabat Wafi mengatakan "SARANG AVICENNA" merupakan kegiatan mingguan yang dilaksanakan oleh Pengurus Rayon Avicenna. Tujuan dilaksanakannya kegiatan sarang Avicenna bertujuan sebagai tindak lanjut dari pendalaman materi pasca MAPABA.

" Kegiatan SARANG AVICENNA perdana kali ini, Saya harapkan menjadi awal bagi anggota. Sehingga kedepannya anggota Rayon Avicenna bisa ikut dengan khidmat dalam mengikuti seluruh kegiatan yang dilaksanakan oleh pengurus rayon avicenna". ucapnya,

Dalam kegiatan tersebut, Pengurus Bidang 1 mengambil tema " Mengenang Sejarah Si kembar " dalam hal ini dimaksudkan untuk mengetahui seluk-beluk dan sejarah berdirinya rayon Avicenna dan Rayon Averoess .

Sahabat Fatholla selaku pemateri menjelaskan Rayon Avicenna dan Averoess didirikan atas dasar keinginan para pengurus komisariat waktu gelisah dengan semangkin banyaknya jumlah anggota di komisariat STAI At-Taqwa sudah mencapai lebih dari 100 anggota yang tergabung didalam ke anggota an PMII di Komisariat Raden Bagus Asra (RBA) STAI At-Taqwa Bondowoso.

Baca Juga :

PK PMII RBA STAI At-Taqwa Gelar Rtk

Bekali Anggota, PR PMII Avicenna Berikan ini Pada Anggota

Lanjut, Sahabat Fathollah juga menjelaskan Keinginan untuk mendirikan rayon dilandasi atas dasar perlunya wadah tersendiri bagi mahasiswa yang ingin bergabung di organisasi PMII. Hingga pada tahun 2017 tepatnya di bulan Februari dirinya ( Sahabat Fathollah, Sahabat Yudik, Serta sahabat Ahdari ) ikut menghadiri KONGRES PB PMII yang dilaksanakan di Jambi.

" Dari hasil KONGRES PB PMII di Jambi tersebut, Argumentasi yang kita ajukan akhirnya diterima. Sehingga pada tanggal 16 Maret 2017 kita sepakat untuk mendirikan kedua rayon persiapan". Jelasnya.

Berdirinya Rayon Avicenna dan Averoess yang mana pada waktu itu masih berstatus sebagai rayon persiapan diharapkan optimalisasi berdirinya kedua rayon kedepannya mampu mencetak kader-kader yang produktif serta berkualitas.

Selain itu, Ketua Rayon Avicenna sahabat Ahmad Taufiqi Minallah juga menyampaikan berharap agar semua kader bisa memahami pentingnya sejarah. Utamanya tentang sejarah lokal dari rayon tersendiri.

"karena kuatnya suatu organisasi bukan hanya diliat dari kuantitas maupun kualitas akan tetapi tidak pernah melupakan sejarah," Ucapnya, Ahmad Taufiqi Minallah dalam sambutan di kegiatan SARANG AVICENNA.

Selasa, 11 Oktober 2022

Sejarah Terbentuknya PMII Bondowoso

(Cak Joni), salah satu saksi lahirnya PMII di Bondowoso mengatakan bahwa ada dua tokoh pencetus PMII yang masih ada sampai sekarang  merupakan mahasiswa Bondowoso dan kebetulan dia juga terdaftar dalam struktur kepengurusan PC IPNU yaitu Mansyur dan Miftah.

dia berkata “ketika saya masih menjadi ketua umum dan pada saat itu ada diskusi untuk membawa organisasi kemahasiswaan itu ke Bondowoso, saya bersama semua sahabat saya bersepakat untuk memfasilitasi berdirinya PMII dan HMI. Kedua organisasi ini memiliki fisi yang sama untuk membuat perubahan di Bondowoso”. 

Baca Juga:

Bekali Anggota, PR PMII Avicenna Berikan ini Pada Anggota

Setiap kegiatan kemahasiswaan selalu di diskusikan di wadah ipnu sehingga nanti apa yang dilakukan itu menjadi satu garis untuk melakukan sebuah perubahan. Setelah itu, masing-masing organisasi berkembang secara baik  sesuai fisi dan misinya sampai sekarang. 

Beliau juga mengatakan bahwa, yang di sampaikan hanya secara umum saja. Untuk penjelasan yang lebih mendalam tentang lahirnya dua organisasi besar itu bisa di gali dari dua tokoh yang beliau sebutkan sebelumnya yakni mansyur dan miftah.

Ketika cak yoni masih menjadi IPNU (ikatan putra Nahdlatul Ulama), sehingga sasaran itu agak melebar seperti: pelajar, mahasiswa, santri pesantren, sehingga tidak fokus ketika berdiskusi di lingkungan IPNU.

“Untuk lebih memfokuskan kepada mahasiswa maka kita memfasilitasi untuk mendirikan PMII. kemudian, yang di pesantren itu ada semacam pkpi, jadi di sekolah tidak ada ke komisariatan IPNU sekolah. Sebenarnya hanya fokus pada masing-masing sasaran saja memang secara naluri ingin membuat seperti ini” (ungkap beliau).


Adapun pesan cak joni pada ke 2 organisasi (PMII dan HMI)

“Ke dua nya sudah memiliki jati diri masing- masing dan juga saya berharap ke dua organisasi ini membawa perubahan untuk bondowoso dan hal-hal positif di bondowoso jika ada persoalan perbedaan pendapat, visi dan misi itu adalah hal yang wajar.  karena, memang berbeda, yang penting tetap membawa misi perubahan itu. Dan yang penting tidak saling menyalahkan dan menjatuhkan tatkala  ada persaingan itu wajar saja karena  itu memancing motifasi saja”

Senin, 26 September 2022

PK PMII RBA STAI At Taqwa Gelar RTK, Ini Harapan Lubabul Jannah Selaku ketua Komisariat Demisioner


Dari kanan : ketua demisioner dan ketue terpilih saat memberikan sambutan.

Pengurus Komisariat ( PK ) Raden Bagus Asra STAI At-Taqwa Bondowoso gelar pelaksanaan kegiatan Rapat Tahunan Komisariat ( RTK ). Kegiatan tersebut dilaksanakan bertempat di Aula Graha PMII, Poncogati, Curahdami, Bondowoso. Minggu (25/09/22).

Muhammad Baihaqi ketua panitia RTK mengatakan kegiatan RTK dilaksanakan setiap 1 Tahun sekali dalam rangka mengeksplorasi kader maupun pengurus yang sudah dirasa cukup untuk mengemban amanah untuk mengawal serta jenjang kaderisasi lanjut setelah menjadi pengurus rayon, Kegiatan RTK kali ini dilaksanakan dari tanggal 25-25 September 2022.

Transformasi kaderisasi komisariat merupakan salah satu tujuan utama bagi komisariat untuk menyiapkan kader-kader terbaik sebagai acuan dalam mengarahkan arah kaderisasi komisariat menjadi lebih baik dan stabil.

Baca juga : 

Bekali Anggota, PR PMII Avicenna berikan Ini pada anggota

" Kami mengusung tema "Terwujudnya Kepengurusan yang Bersinergi,Militan dan Mampu Menghadapi Tantangan Zaman " diharapkan dapat memberikan surat perubahan serta kemajuan komisariat STAI At-Taqwa agar lebih baik. Harapan saya kepengurusan selanjutnya dapat memberikan suatu transformasi kaderisasi serta dapat membawa arah kebijakan Advokasi & Gerakan yang lebih ideal bagi komisariat kedepannya" Ucapnya. 

Lubabul Jannah selaku ketua komisariat demisioner RBA STAI At Taqwa mengatakan kepemimpinan komisariat kedepannya harus di upgrade kembali dan mampu menumbuhkan dan memberi pengawalan terhadap kedua rayon agar lebih baik secara etika maupun garis koordinasi dari berorganisasi. Etika berorganisasi merupakan salah satu cara terbaik agar mencapai tujuan organisasi yang mampu memberikan arah kebijakan kaderisasi di komisariat menjadi transformatif.

" Tupoksi dari komisariat adalah mengawasi dan mengontrol kedua rayon. karena jenjang kaderisasi,sentrum kaderisasi adalah kepada rayon. Dimana komisariat mengawasi gerak gerik pengurus rayon. Sedangkan kaderisasi pengurus rayon seharusnya disentrumkan kepada anggota,"jelasnya.

Diakhir acara, Pantauan tim Media rayon avicenna kegiatan RTK berjalan lancar dan efektif, Dari hasil diadakannya kegiatan RTK kali ini menghasilkan suatu produk hukum serta strategi pengembangan PMII di Komisariat RBA STAI At-Taqwa Bondowoso yang diharapkan produk hukum yang telah disahkan dapat membuahkan hasil yang maksimal dan mampu bertransformasi komisariat kedepan. 

Didalam kegiatan RTK kali ini yang dihadiri oleh 20 peserta sidang dari rayon Averoess dan rayon Avicenna menemukan titik tumpu pimpinan organisasi baru di komisariat takni Sahabat Kamil Afandi sebagai ketua mandataris Komisariat RBA STAI At Taqwa, dan Sahabati Siti Nuri Diana Jadidah sebagai ketua kopri Komisariat RBA STAI At Taqwa yang nantinya diharapkan dapat mengakomodir kepemimpinan komisariat Raden Bagus Asra kedepan agar lebih baik.

Jumat, 22 Juli 2022

Bekali Anggota, PR PMII Avicenna Laksanakan kegiatan Simulasi Persidangan

Ahmad Rizal saat mengisi materi simulasi persidangan kepada anggota Rayon Avicenna, Bertempat di sekretariat Rayon Avicenna, Sabtu (23/07/22).

Pengurus Rayon (PR) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Avicenna Laksanakan kegiatan Simulasi Persidangan untuk anggota dalam rangka persiapan Rapat Tahunan Anggota Rayon (RTAR) VI Avicenna, Kegiatan tersebut bertempat di Sekretariat Rayon Avicenna, Kota Kulon, Bondowoso, Sabtu (23/07/22).

Ahmad Rizal Selaku Pemateri dalam kegiatan simulasi persidangan menjelaskan, Mempelajari tentang simulasi persidangan sangat perlu. Mengingat RTAR merupakan forum tertinggi dalam menentukan keberlangsungan kemajuan kayon kedepannya.

Baca Juga :

Siapkan Kader Militan, PR PMII Avicenna berikan

PMII Bondowoso Tolak Kenaikan BBM

" Ketika kalian di Forum, Harus mampu mengeluarkan hak suara kalian selama dipersidangan. Dan yang perlu diingat RTAR ini merupakan ajang bagi kalian untuk berproses." Ucapnya.

Selama kegiatan berlangsung simulasi persidangan, Rizal menjelaskan serta menginginkan untuk lebih baik dalam memahami terkait simulasi persidangan kali ini agar dapat dilaksanakan ketika diforum resmi RTA setelahnya.

M. Roni Pengurus Rayon Avicenna Anggota Bidang 1 Biro ke ilmuan mengatakan, kegiatan simulasi persidangan kali ini merupakan kegiatan yang terakhir bagi anggota. Mengingat pelaksanaan Rapat Tahunan Anggota Rayon (RTAR) Avicenna akan dilaksanakan secepatnya dibulan Agustus mendatang. 

Pentingnya Tri Fungsi NDP dalam berorganisasi PMII RBA STAI At-taqwa gelar kegiatan SARANG Avicenna ke-09.

  NDP yang berfungsi sebagai Kerangka Refleksi, Aksi dan Ideologis, merupakan Sublimasi nilai keislaman dan keindonesiaan. Sebagaimana ideol...