Selasa, 29 September 2020
Penutupan RTAR-IV Pengurus Rayon PMII Avicenna
Senin, 28 September 2020
Pengurus Rayon PMII Avicenna Masa Khidmat 2019-2020 Resmi Demisioner
Minggu, 27 September 2020
Pembukaan RTAR-IV Pengurus Rayon PMII Avicenna
Jumat, 25 September 2020
Debat Kandidat Calon Ketua Rayon PMII Avicenna
Senin, 21 September 2020
Pancasila Kaum Mahasiswa
Merawat Pesantren, Merawat NKRI
Senin, 14 September 2020
Keistimewaan Menjadi Mahasiswa Aktivis
Jumat, 11 September 2020
Islam itu Apa ?
Sudah sejak lama kita mendengar Islam, mulai dari lahir kita sudah diajarkan Islam dengan suara Adzan di telinga kanan dan Iqomah di telinga kiri. Pada dasarnya, setiap manusia terlahir sebagai Islam--orang tuanya lah
yang mendidik dan menjadikan ia tetap sebagai Islam atau justru menjadi Yahudi atau Nashrani. Hal ini sebagaimana Nabi Muhammad SAW menjelaskan dalam sabdanya :
ما من مولد إلا يولد على الفطرة فأبواه يهودانه أو ينصرانه أو يمجسانه كما تنتج البهيمة بهيمة جمعاء هل تحسون فيها من جدعاء . )رواه البخاري والمسلم(
Artinya : "Tidaklah setiap anak kecuali dia dilahirkan di atas fithrah, maka bapak ibunya lah yang menjadikan dia Yahudi, Nashrani, atau menjadikan dia Majusi." (HR. Bukhori dan Muslim).
Setelah kita di didik dan tetap beragama Islam hingga sedewasa ini atau bahkan setua kini, apakah kita mengetahui Islam itu apa ?
Tidak jarang kita temukan di setiap sudut daerah atau bahkan pelosok ketika ditanya, Islam itu apa ? Mereka menjawab asal-asalan seakan baru terfikirkan. Sudah sekian lamanya ia berstatus agama Islam—tertera pula dalam KTP, KK, SIM dan lain sebagainya, namun ditanya Islam itu apa ? Menjadi kebingungan, padahal itu adalah hal sepele yang sangat tidak diperhatikan apalagi dewasa kini, mulai jarang ditemukan orang-orang yang suka belajar agama Islam.
Tidak jarang kita temukan orang-orang sibuk memikirkan status dirinya daripada dirinya. Berstatus Islam namun tidak tahu apa itu Islam. Bukankah ini menjadi sebuah keanehan ?
Sekian lama beragama Islam, belajar Islam dari bangku SD/MI, SMP/MTs, SMK/SMA/MA, bahkan Perguruan Tinggi atau di bangku Madrasah Diniyah namun tidak tahu Islam itu apa. Bukankah ini menjadi sebuah keanehan ?
Sama seperti manusia, ketika kita tarik dalam Filsafat, ada pertanyaan Siapakah Kamu ? Seakan tidak mampu menjawab dirinya sendiri bahkan duduk di depan cermin sekalipun tetap seakan bingung Siapakah Aku ?
Bukankah itu menjadi sebuah keanehan ? Tidak tahu terhadap dirinya sendiri.
Maulana Jalaluddin Rumi berkata dalam kitab populernya—Fihi Ma Fihi.
من عرف نفسه فقد عرف ربه
Artinya : “Barangsiapa mengenali dirinya sendiri, maka tentu akan mengenali Tuhannya.”
Lalu, Islam itu apa ?
Dalam kitab Mukhtarul Ahadits An-Nabawiyyah karangan As-Sayyid Ahmad Al-Hasyimi Al-Mashri hadits no. 1402 halaman 189 dijelaskan bahwa :
بينما نحن جلوس عند رسول الله صلى الله عليه وسلم إذ طلعا علينا رجل شديد بياض الثياب، شديد سواد الشعر، لا يرى عليه أثر السفر، ولا يعرفه منا أحد، حتى جلس إلى النبي صلى الله عليه وسلم فأسند ركبتيه إلى ركبتيه، ووضع كفيه على فخديه، وقال يا محمد : أخبرني عن الإسلام ؟ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : الإسلام أن تشهد أن لا إله إلا الله، وأن محمدا رسول الله، وتقيم الصلاة، وتؤتي الزكاة، وتصوم رمضان، وتحج البيت إن استطاع إليه سبيلا، قال : صدقت،… )رواه مسلم عن عمر(
Artinya : "Ketika kami duduk dengan Rasulullah SAW, datanglah seorang laki-laki yang sangat putih pakaiannya, sangat hitam rambutnya, tidak terlihat bekas jalannya, dan tidak ada yang tahu satu pun dari kami dengan orang itu, kemudian ia duduk didekat Nabi Muhammad SAW mendekatkan lututnya dengan lutut Rasulullah SAW, dan meletakkan telapak tangannya di atas paha Rasulullah, kemudian ia berkata, Ya Muhammad : Ajari aku apa itu Islam ? Rasulullah SAW menjawab Islam adalah Bersaksi bahwa tiada Tuhan (yang patut disembah secara benar) kecuali Allah SWT, dan sesungguhnya Nabi Muhammad SAW adalah utusan-Nya, mendirikan Sholat, membayar Zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan melaksanakan Haji bagi yang mampu. Dia berkata : Kau benar. ……" (HR. Muslim).
Dari hadits di atas, sebagaimana kita ketahui semua itu, dari Syahadatain, Sholat, Zakat, Puasa, Haji bagi yang mampu, dikenal dengan istilah Rukun Islam.
Dalam kitab Kasyifatus Saja karangan Syaikh Nawawi Banten halaman 5 dijelaskan bahwa :
قال الباجوري : الإسلام لغة مطلقا الإنقياد اي سواء كان للأحكام الشرعية أو لغيرها وشرعا الإنقياد للأحكام الشرعية.
Artinya : Imam Al-Bajuri berkata : "Islam, secara etimologi adalah mengikuti, baik mengikuti hukum syari'at atau hukum lainnya. Secara terminologi, Islam adalah mengikuti seluruh hukum syari'at."
Pendapat Imam Al-Bajuri ini, dewasa ini lebih sering di kenal dengan sebutan Fiqih.
Senada dengan penjelasan yang ada dalam kitab Kasyifatus Saja itu, seorang teman kuliah saya mengatakan :
"Islam itu manajemen." Tuturnya.
"Iya, Islam memang manajemen, Mas. Manajemen secara gamblangnya ialah seni mengatur dan orang yang mengatur itu namanya manajer. Sehingga seorang manajer itu memutuskan peraturan. Begitu lah Islam, penuh dengan aturan dan aturan itu dikenal dengan Fiqh sebagaimana Imam Al-Bajuri mengatakan bahwa 'Islam adalah mengikuti seluruh hukum syari'at.' Jika Islam tidak ada maka tentu tidak akan ada aturan yang sekarang kita kenal dengan Fiqh itu." Sahutku.
Pemahaman saya tentang apa itu Islam sebagaimana dijelaskan di atas. Namun, kali ini saya tidak menggunakan hasil pemikiran diri sendiri untuk menarasikan tentang apa itu Islam. Beberapa hari yang lalu melalui pesan Whatsapp saya bertanya kepada beberapa teman juga kepada senior-senior, yang ternyata dari sekian jawaban hampir sama hanya beberapa yang berbeda.
"Islam itu apa ?." Begitu pertanyaanku melalui pesan Whatsapp.
"Islam merupakan sebuah nama agama maupun ajaran yang diwahyukan (Agama Samawi). Kata Islam berasal dari mufradat arab yaitu سَلِمَ-يَسْلَمُ (selamat) kemudian mendapat imbuhan hamzah (أ) menjadi أَسْلَمَ-يُسْلِمُ yang artinya adalah menyelamatkan atau menyerahkan diri kepada Allah. Pengertian tersebut sesuai dengan firman Allah SWT :
بلى من اسلم وجهه لله وهو محسن فله اجره عند ربه ولا خوف عليهم ولاهم يحزنون.
Artinya : "(Tidak demikian) bahkan barang siapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati." (QS. Al-Baqarah : 112).
Terkadang masih banyak orang yang hidupnya tidak damai, tidak sejahtera meskipun dirinya sudah tergolong umat Islam, mengapa demikian ? Hal ini kembali kepada diri seseorang, sejauh mana tentang keilmuan Islam itu sendiri. Maka menjadi sangat penting untuk mempelajari dan mendalami berbagai khazanah keilmuan, khususnya Islam. Mulai dari ajaran-ajaran Islam yang paling dasar, baik dari aqidah, syari’ah maupun akhlaqul karimah. Seseorang bisa dikatakan “muslim yang baik”, sebagaimana disebutkan dalam ayat-ayat di kitab suci al-Qur’an, yaitu menerima prinsip-prinsip keimanan, menjalankan ajaran (rukun) Islam secara utuh, menolong mereka yang memerlukan pertolongan (sanak saudara, anak yatim, kaum miskin dan sebagainya) menegakkan profesionalisme dan bersikap sabar ketika menghadapi cobaan dan kesusahan. (Abdurrahman Wahid, Islamku Islam Anda Islam Kita Agama Masyarakat Negara Demkorasi, Jakarta : 2006. )." Jawab seniorku, seorang alumni dan guru di Pondok Pesantren Nurul Qornain Jember melalui media sosial whatsapp.
Jawaban seniorku itu juga saya temukan dengan maksut yang sama, yaitu dalam kitab Mabadi'ul Fiqhiyyah jus 1 halaman 4.
ماالإسلام ؟ هو الدين الذي بعث الله به سيدنا محمدا صلى الله عليه وسلم لهداية الناس وسعادتهم.
Artinya : "Apakah Islam itu ? Islam adalah suatu agama Allah SWT yang diturunkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW untuk memberikan petunjuk dan kebahagiaan kepada seluruh manusia."
Salah satu teman diskusi ku pun ikut berkontribusi dalam tulisan kali ini. Ia menjawab :
"Islam merupakan agama yang dimana berisi tiga hal, yakni kita mentauhidkan Allah, meng-Esakan Allah, dan mengakui bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, yang mengajarkan ilmunya Allah. Bagaimana manusia yakin bahwa yang menciptakan adalah Allah. Beribadah mengikuti Rosulullah, dan berperilaku layaknya seperti Rosulullah Saw. Baik kepada diri sendiri, manusia lainnya dan alam sekitarnya."
Para pembaca, tentu juga mengetahui apa itu Islam berdasarkan Al-Qur'an, Hadits, Kitab Kuning bahkan buku yang telah dibaca. Saya hanya ingin mengajak para pembaca untuk tidak melupakan tentang Islam ini. Sebab Islam merupakan agama yang menjadi rahmat bagi seluruh alam. Agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW dan ia merupakan makhluk pertama kali yang Allah SWT ciptakan namun tidak langsung diciptakan jasadnya hanya berupa Nur Nabi Muhammad SAW. Jika bukan karena Nur Nabi Muhammad SAW tentu makhluk lainnya seperti alam semesta, gunung, bukit, sungai, hewan, manusia tidak tercipta.
Mengapa Nabi Muhammad SAW diturunkan setelah Nabi-Nabi sebelumnya seperti Nabi Adam, Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Daud, Nabi Isa dan lain sebagainya ? Sebab Nabi Muhammad SAW diturunkan untuk menyempurnakan ajaran-ajaran Nabi sebelumnya (Islam).
إنما بعثت لأتمم مكارم الأخلاق
Artinya : "Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlaq."
Akhlak yang bagaimana ?
Akhlak kepada Tuhan, Akhlak kepada Manusia, dan Akhlak kepada Alam. Atau sering disebut dengan حبل من الله، حبل من الناس، حبل من العلم.
Dalam mempelajari Islam ini, pijakan kita di Indonesia adalah Nahdlatul Ulama' dan Muhammadiyah. Boleh-boleh saja tidak mengikuti Nahdlatul Ulama' atau Muhammadiyah sebagai organisasi terbesar di Indonesia, asalkan bisa menjaga ke-Islam-annya. Namun, apakah mungkin kita bisa menjaga ke-Islam-an kita dengan tidak mengikuti salah satu antara Nahdlatul Ulama' atau Muhammadiyah ?
Setiap manusia harus memiliki prinsip lebih-lebih dalam belajar agama Islam. Untuk itu, ikuti lah salah satu antara Nahdlatul Ulama' atau Muhammadiyah agar kita tidak terpengaruh oleh pemikir Islam radikal maupun liberal.
Penulis : Muhlas Ivandi (Anggota PMII Rayon Avicenna STAI At-Taqwa Bondowoso)
Pentingnya Tri Fungsi NDP dalam berorganisasi PMII RBA STAI At-taqwa gelar kegiatan SARANG Avicenna ke-09.
NDP yang berfungsi sebagai Kerangka Refleksi, Aksi dan Ideologis, merupakan Sublimasi nilai keislaman dan keindonesiaan. Sebagaimana ideol...

-
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Avicenna STAI At Taqwa Bondowoso mengadakan pemilu ketua rayon dalam RTAR (Rap...
-
Mendengar kata itu, apa yang kamu fikirkan?, Nah, sebelum kamu utarakan pendapatmu, akan ku utarakan pendapatku tentang waktu. Waktu adalah ...
-
Susana Tadarus Pergerakan di Sekretariat Rayon Avicenna, Dalam kegiatan Sharing-sharing dan diskusi. Selasa (28/12/21). PR PMII Avicenna ada...