Rabu, 30 Desember 2020

Periode April

Aku mencintainya, sangat dan selalu. Semua hidupku terasa berubah semenjak hadirnya yang mewarnai cerita ini. Paras yang cantik diiringi dengan ribuan kejutan dalam setiap tawanya, mampu membuat aku bahagia. Walau terkadang dirinya terlihat lebih dingin dan kasar. April , nyawa dari segalanya. Dinding Hatinya yang kokoh, tidak bisa aku rubah sejengkalpun. April benar-benar membuatku tergila-gila, dengan kekurangan dan kelebihan yg dimiliki. Kisahnya bisa memberikan yang terbaik untukku dan untuk mereka semua yang ada dalam dunianya. 
Hidupku terasa lebih berarti, ketika aku mampu membuat dia tertawa lepas dan melupakan segala luka yang pernah dia telan. April bukan perempuan yang lemah, dia hebat dan kuat. Gadis yang tidak seperti seorang gadis biasanya, dia tipe yang keras kepala, bawel, konyol, nyebelin, intinya dia ANEH. Dan karena keanehannya, aku bisa jatuh cinta dan tertarik untuk semakin dekat dengannya.  April kukategorikan jenis manusia yang susah untuk diajak terbuka, sulit berbagi cerita ketika masalah mulai merundung,  lebih suka menangis, dan selalu berinisiatif untuk menyimpan semua masalahnya sendiri. Ya, Introvert  istilahnya. Ngomong-ngomong,  Kalau semua tentang April aku jabarkan di sini , aku takut ada orang lain yang membaca cerita ini dan akan lebih jatuh cinta kepada April melebihiku.
Semua orang punya cara tersendiri untuk mengabadikan keindahan yang pernah ada dalam hidup mereka. Begitupun aku, Elman. Harapanku banyak sekali yang inginku gapai bersama April, ingin membahagiakan April,  mengajaknya jalan-jalan dan masih banyak lagi. Namun karena keserakahanku, jelas semuanya pupus. Aku kehilangan April, satu-satunya perempuan yang benar-benar mengesankan dalam hidupku. Namun itu bukan akhir dari kisahku dengan April. Narasiku masih panjang, mungkin lebih panjang dari kisaran hidupku. Rasa bersalah, rindu, marah, sedih, bercampur menjadi satu. Karena kebodohanku, harus mematahkan tawa cerianya dengan berbagi hati kepada wanita lain. Sungguh keputusan gila. Awalnya aku merasa baik-baik saja, karena sepertinya April adalah wanita yang sama sekali tidak pernah mengambil pikiran yang apa menurutnya itu tidak begitu penting, aku juga sempat berpikir bahwa April cuma main-main. Aku kira dia tidak akan serius dalam menjalin hubungan bersamaku, jadi menurutku semua akan baik-baik saja, dan tidak akan ada yang sakit hati dengan keputusan ini.  Namun kenyataannya tak sejalan, aku bener-bener salah dalam menilai pribadi April. 
Satu, dua, tiga bulan aku bermain hati dengan wanita lain dibelakang April, sedikit demi sedikit terkuak. Walau April sudah banyak tau tentang  kebohonganku,  dia tetap menjadi orang yang selalu ada saat aku butuh sesuatu. Meski hanya hal sepele, dia tetap mengusahakan yang terbaik untukku. Selalu disampingku dan tidak peduli seperti apa lukanya, tetap tersenyum dan menggenggam tanganku. Sebenarnya aku tau itu pasti berat  untuknya, karena bukan hanya sekali aku melakukan hal bodoh seperti itu. Entah benteng kesabaran apa yang dipasang oleh April sehingga dia sekuat itu. Suatu hari pernah aku dan April menghandiri acara ulang tahun salah satu dari teman April, dia juga salah satu orang yang pernah bersamaku, beberapa waktu lalu dan sampai saat itu, saat aku dan April tiba dikerumunan undangan pesta ulang tahun teman April. Saat itu sebenarnya aku menjadi tamu spesial, namun karena April memintaku untuk datang bersama, akhirnya aku mengurungkan diri untuk mendampingi Alza meniup lilin di depan para tamu undangan. Iya, dia namanya Alza, teman baik April, yang tak lain kekasihku. Awalnya semua baik-baik saja, aku dan April menikmati suasana pesta dengan khidmad, mulai dari mendengarkan musik, memakan hidangan, dan keliling taman sekitar tempat pesta. Dan lagi-lagi aku sangat ceroboh, saat aku dan April berpamitan hendak melangkahkan kaki untuk undur diri, kami bersalaman dan saling menjabat tangan. Setelah April memeluk Alza serta mengucapkan sekelumit kata selamat dan doa yang dibungkus dengan secuil senyum tabah April. Lalu tibalah giliranku, aku menjabata tangannya, namun saat itu aku benar-benar spontan memeluk dan mencium kening Alza, serta mengucapkan kalimat selamat ulang tahun sayang, semoga menjadi lebih baik. Jreeet .. seketika suasana jadi hening, semua mata tertuju kepadaku dan Alza, jelas ke April juga. Kiamat  batinku. April di sampingku, menyaksiakan semua kejadian bodoh tersebut. Memang aku pernah menyampaikan kepada April, bahwa ada salah satu teman baiknya yang menyukaiku, dan lebih gilanya lagi aku yang meminta April untuk menjaga perasaan Alza. Dengan merasa enteng, aku malah membiarkan April menindas sendiri perasaan dan hatinya. April sempat marah dan meminta sedikit waktu untuk sendiri, namun egoku mengalahkan egonya. Hingga akhirnya April menahan semuanya, dia tetap hidup seperti biasanya. Bertemu denganku dan juga Alza. Akan tetapi setelah kejadian di malam pesta itu semua benar-benar berakhir. Alza mendapatkan pacar baru, dan April entah ke mana. Aku tidak akan pernah mengakimi April, dia mungkin memilih untuk menyelamatkan dirinya sendiri, itu jalan yang benar menurutku, "Aarghh.. maafkan aku april".
  Aku masih ingat senyum terakhirnya, di malam itu. Di malam di mana dia menyaksikan penghianatan terbesar dalam hidupnya, dia sangat percaya kepadaku, namun akhirnya aku  menyelewengkan semuanya hanya karena ingin mendapatkan yang lebih dari apa yang telah Tuhan titipkan. Aku terlalu rakus. Di saat Alza balik mencium pipiku, April tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca. Aku tahu itu senyuman paling pahit yang berusaha April maniskan hanya untuk ingin menyatakan kepada semua yang menyaksikan, bahwa April baik-baik saja. Aku tahu kamu bohong April, maafkan aku lagi-lagi aku menjadi pecundang, aku hanya bisa membatin, dan menyesali semua perbuatanku. April seakan lenyap begitu saja bersama tetesan airmatanya malam itu. Dan seketika semua berubah, termasuk hidupku. Aku pernah merasa sangat bahagia karena memiliki segalanya, termasuk April. Namun  nyatanya kini sudah berakhir. 
Ternyata benar, untuk menghukum dan menyadarkan seseorang, terkadang Tuhan mempunyai jalan yang sangat rumit, jalan yang tidak pernah bisa aku tebak. Tidak ada yang April tinggalkan dalam hidupku, tidak ada kalimat ucapan selamat tinggal ataupun salam perpisahan yang dibingkai dengan kemarahan, selain hanya tangisnya yang melanglang buana di benakku, dan bayang-bayang candanya yang terpatri di pelupuk mata. Kini aku tidak bisa menggambarakan seperti apa wajah April yang lebih bahagia setelah meninggalkan lelaki yang sepertiku. Mencari jejak langkahnya sudah tak lagi bisa ditemukan, bagaimana langkah harus menemukan arah jika merpati terbang tak lagi mengepakkan sayapnya. Desiran angin saja membuat khalayak jauh mengamati alam, sehingga meloloskan penyesalan dan menghidupkan harapan.
 Terimakasih April, jika suatu saat kamu membaca sepenggal cerita luka ini, aku sangat berharap kamu memaafkan semua salahku. Semoga pada acara resepsi pernikahanmu nanti kamu bahagia, dan lelaki yang meminangmu tidak akan melakukan kesalahan yang sama sepertiku. Maafakan aku April.
“untuk kak April, tolong terima permohonan maaf kak Elman. Kak April, kak Elman sudah berpulang terlebih dahulu. Kak April, jika sempat untuk berziarah ke makam kak Elman, tolong datang ya kak. Kami sekeluarga sangat mengharapkan kehadiran kakak. Saya sebagai adik dari kak Elman ingin memberikan apa yang pernah kak Elman titipkan. Kak April, maaf saya harus menyampaikan ini saat kakak sudah dipinang oleh lelaki lain, tapi memang ini waktunya untuk saya menyampaikan pesan dari Almarhum. Terimakasih sudah menjaga kak Elman semasa hidupnya,  walaupun kak Elman tidak sesuai dengan apa yang kak April inginkan, kak April lah cinta pertama dan satu-satunya yang menjadi abadi untuk kak elman, sekali lagi terima kasih kak. Citra rumaksana, adik Elman prawagya


Data diri penulis
Nama penulis:  Firman syah
Nama pena: Firman
Akun instagram: @Firman.syah30_
Nomor wa: 081232770731
Email: Firman300401@gmail.com
Alamat surat menyurat: Desa Bataan Tenggarang Bondowoso

Apakah Negara Harus Seperti Ini?



Tak terasa saat ini banyak sekali beredar isu-isu yang tidak jelas di media, baik televisi, fb, instgram, twiter dan lain sebagainya. Pada tahun ini banyak sekali propaganda-propaganda yang ada pada negeri ini. Entah itu dari kasus covid 19, korupsi, pilkada bahkan kasus baru-baru ini yaitu kasus penembakan. Mengaca pada surat al-maidah ayat 32 Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

مِنْ اَجْلِ ذٰلِكَ  ۛ  كَتَبْنَا عَلٰى بَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ اَنَّهٗ مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِۢغَيْرِ نَفْسٍ اَوْ فَسَا دٍ فِى الْاَ رْضِ فَكَاَ نَّمَا قَتَلَ النَّا سَ جَمِيْعًا ۗ وَمَنْ اَحْيَاهَا فَكَاَ نَّمَاۤ اَحْيَا النَّا سَ جَمِيْعًا ۗ وَلَـقَدْ جَآءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِا لْبَيِّنٰتِ ثُمَّ اِنَّ كَثِيْرًا مِّنْهُمْ بَعْدَ ذٰلِكَ فِى الْاَ رْضِ لَمُسْرِفُوْنَ

"Oleh karena itu, Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa barang siapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Barang siapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia. Sesungguhnya rasul Kami telah datang kepada mereka dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas. Tetapi kemudian banyak di antara mereka setelah itu melampaui batas di bumi."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 32). 

Ketika melihat ayat ini seakan-akan ini yang terjadi pada negara saat ini. Haruskah penumpahkan darah saudaranya sendiri tanpa tau apa kesalahannya. Haruskah karena sebuah kekuasaan kita menghalalkan segala cara agar tetap berkuasa.Ini adalah salah satu contoh sebuah kegisruhan yang terjadi di indonesia saat ini  yang bisa dikatakan hal besar. Selain permasalahan itu ditahun ini ada banyak sekali kasus-kasus yang semakin membuat resah.

Membuat negara ini seperi negara yang sangat kacau yang tidak bisa dipimpin, dan permasalahan yang tidak bisa diselesaikan.
Sebetulnya ada apa dengan negara ini? apakah negara ini sudah pada zaman yang pernah dikatakan oleh bapak proklamator yang mengatakan 

" Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah dan perjuanganmu lebih berat berat karena melawan saudaramu sendiri ". 

Apa yang harus dibenahi dengan negara ini ?
Rakyatkah yang salah atau pemerintah yang tidak sesuai dengan pekerjaannya ?
Ketika melihat permasalahan-permasalahan yang ada pada saat ini, sebetulnya ada poin penting didalamnya yaitu siapa yang disalahkan dan siapa yang dibenarkan, menunjukkan siapa yang diatas dan siapa yang dibawah, siapa yang berkuasa dan siapa yang membela. Ketika kita kembali terhadap asal dan memikirkan siapa kita dan untuk apa kita hidup. 

Semua yang ada ini hanyalah soal perjuangan, soal mempertahankan negara, soal bagaimana dan ada apa dengan negara ini. Kita hidup hanya soal diakui dan tidak diakuinya kita sebagai manusia yang sebenarnya.
Memperjuangkan negara dengan cara yang bebeda. Karena hanya ingin menjaga keutuhan negara yang semestinya. Sedikit teringat dengan kata-kata ulama sufi dari balkah iran yaitu jalaludin rumi, beliau pernah berdauh demikian 

" Tunjukkan padaku suatu keburukan yang tidak mengandung kebaikan didalamnya begitupun sebaliknya ". 

Ketika menelaah kembali dawuh beliau tak akan mungkin ada yang namanya saling menjatuhkan, saling membenarkan dan saling menyalahkan, karena sejatinya semua ada hikmah di dalamnya. Ketika benar-benar memang memahami keadaan yang ada.

Sebetulnya untuk saat ini bukan hanya sekedar menyalahkan dan menjatuhkan satu sama lain tetapi bagaimana cara membangun negara dengan asas yang benar-benar pancasila bukan hanya sekedar tulisan semata, dan menerapkan semboyan BHENIKA TUNGGAL IKA dengan sebenar-benarnya bukan hanya sekedar wacana. Kita satu kita saudara kita sama kita indonesia jangan menyalahkan serta jangan saling menjatukan tetapi bagaimana membangun negara bersama.

Selasa, 29 Desember 2020

Realita Kehidupan



Pagi....
Mendung kubangun tanpa hayal 
Maratap hidup yang tak ada tujuan
Entahlah hari-hariku mulai suram

Diterpa kehampaan yang mulai mengosongi fikiran
Larutku dalam kehampaan 
Entah apa yang ingin aku lakukan
Semua harapan mulai tak sesuai dengan angan-angan

Sungguh benar-benar jauh dari rancangan kehidupan
Makin tak jelas saja hidupku ini
Apa mungkin mati saja aku?
Namun jika aku mati...

Sudahkah aku siap meninggalkan orang yang berharap aku dapat membahagiakannya
Ah...
Sudahlah hidup memang selalu begitu
Lantas inikah takdir kehidupanku

Tuhan...
Bolehkah aku mengeluh?
Inikah takdir yang sudah engkau rencanakan?
Atau ini hanya permainan logika?
Karena aku sedang ditimpa kehampaan tanpa adanya tujuan kejelasan

Tuhan.....
Adakah takdir baik untukku?
Maaf jika aku menyesali hidupku
Sudah tak kuat lagi rasanya

Lalu apa yang sedang kau rencanakan
Tuhan inikah takdir kehidupanku?


Penulis 
Nur Latifah dan Khosim Wahyudi

Ngaji Kitab PMII Dalam Anjangsana Ke-4 Rayon Avicenna



Organisasi merupakan suatu wadah yang terdiri dari beberapa orang untuk mencapai tujuan bersama. Organisasi tentunya berbeda dengan komunitas, meskipun sama-sama berisi suatu perkumpulan, organisasi mempunyai Peraturan Organisasi (PO) yang sifatnya resmi (legal). 

Hal diatas juga dimiliki oleh Organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang mana mempunyai Peraturan Organisasi dan Anggaran Dasar/ Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang merupakan pedoman jalannya organisasi dalam mencapai tujuannya.

Hal tersebut ditanyakan oleh salah satu Anggota Rayon Avicenna Sahabati Nur Latifah dalam Kajian PO dan AD/ART di acara Anjangsana Rayon yang ke-4 di kediaman Sahabati Lina Sintiya Maskuning Wetan, Bondowoso (29/12/2020).

"Mengapa di PMII ini masih ada yang namanya PO dan AD/ART?" Tanya Sahabati Nur Latifah. 

Sahabati Wilda Nur Azizah selaku pemateri dalam anjangsana tersebut menjawab bahwasanya PO dan AD/ART merupakan buku pedoman yang berisi petunjuk dalam menjalankan roda organisasi dalam mencapai tujuannya. 

"PO dan AD/ART bisa diibaratkan sama dengan Kitab Al Qur'an ummat Islam, karena PO dan AD/ART berfungsi sebagai pedoman warga pergerakan dalam berorganisasi, jadi PO dan AD/ART adalah kitabnya PMII" Paparnya. 

Sahabat Furqon yang mewakili Ketua Rayon Avicenna dalam sambutannya menyampaikan rasa senang dan terimakasihnya karena segenap pengurus dan anggota masih tetap intens menghadiri setiap kegiatan yang diadakan. 

"Tetap semangat dan selalu jaga kekompakan kalian ketika berproses di PMII, baik di kegiatan formal maupun non formal" Tegasnya. 

Selain itu dalam rangka Revitalisasi Kepengurusan dan Anggota Menuju Kejayaan Rayon Avicenna Sahabat Furqon menyampaikan bahwa antar pengurus dan anggota harus mempunyai sifat sama-sama terbuka ketika terdapat hal atau masalah yang harus diselesaikan.

Minggu, 27 Desember 2020

Historis Peradaban Pendidikan Nusantara


Dewasa ini berkembangnya teknologi, ekonomi, dan basis pendidikan semakin pesat, dengan adanya hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan misalnya sudah diciptakan oleh negara maju yang mulai  berkembang diatas peradaban pendidikan di Nusantara  pada waktu  itu. Atas dasar-dasar ilmu pendidikan sebagai sarana pendukung untuk pendidikan dan dan peserta didik, tidak hanya itu para intelek muda semakin berjerih payah dalam mengembangkan dan berlomba-lomba untuk menciptakan aplikasi sebagai pendukung jalannya pendidikan. Tentu sudah kita ketahui di era Pandemi COVID-19 memang banyak membuat kerusuhan di berbagai bidang mulai dari sektor ekonomi, pertanian, industri, dan pendidikan di dunia khususnya di tanah air ini. 

Namun, dari semua hal tersebut dapatkah kita menjadikan era ini sebagai zaman Reformasi. Dalam segi pendidikan misalnya sangat menimbulkan kesan yang sang negatif dan positif pula, memang tujuan pemerintah dalam hal mengantisipasi penyebaran Rantai penyebaran virus Corona ini sangatlah baik. Dengan mengeluarkan peraturan baru agar semua masyarakat dapat disiplin dalam mengedepankan kesehatan bersama secara umum. Berbagai semi pembelajaran yang dikembangkan oleh civitas pendidikan dari sekolah dasar, menengah pertama, menengah atas dan perguruan tinggi mogok total.

Jika kita melihat problem solving yang sekarang terjadi, membuat para pendidik dan peserta didik dalam proses pembelajaran tidak langsung berjalan dengan sempurna. Dengan berbagai kendala yang membuat para peserta didik tidak konsisten dalam sistem pembelajaran di kelas online. Secara tidak langsung para peserta didik tertinggal dalam hal pengayoman dari pendidik, sungguh suatu hal yang sangat membingungkan. Memang pendidikan di zaman lampau sangat kurang tersentuh dari teknologi informasi seperti sekarang.

Namun jika kita telaah lebih jauh, dengan adanya pendidikan yang secara harfiah memang berasal dari suatu bentuk rasa cinta dari pendidik terhadap perserta didik. Tidak dipungkiri lagi, toh meskipun zaman perkembangan pendidikan era kerajaan Hindu, bhudda, dan Islam, sampai pada tahun 30-90 an memang sangat telaten dalam mengembangkan potensi, minat, bakat, dan kualitas yang sudah ditanamkan sejak dini. 

Sistem pendidikan semenjak periode awal berkembangnya agama Hindu-Budha di Indonesia sepenuhnya sudah bermuatan keagamaan. Pelaksanaan pendidikan keagamaan Hindu-Budha berada di padepokan-padepokan. Ajaran Hindu-Budha ini memberikan corak praktik pendidikan di zaman kerajaan-kerajaan Hindu dan Budha di Kerajaan Kutai (Pulau Kalimantan), Kerajaan Tarumanegara hingga Majapahit (Pulau Jawa), Kerajaan Sriwijaya (Pulau Bali dan Sumatera). Kaum Brahmana pada masa Hindu-Budha merupakan kaum yang menyelenggarakan pendidikan dan pelajaran. Maka perlu diketahui bahwa sistem kasta yang diterapkan di Indonesia tidak terlalu keras seperti sistem kasta yang ada di India. 

Adapun beberapa materi-materi yang dipelajari ketika pendidikan keagamaan Hindu-Budha berlangsung, yaitu teologi (ilmu agama), bahasa dan sastra (ilmu kecakapan), ilmu-ilmu kemasyarakatan (ilmu sosial), ilmu-ilmu eksakta (ilmu perbintangan), ilmu pasti yaitu (perhitungan waktu, seni bangunan, seni rupa), dsb.

Beralih pada tahun 1500-an awal mula masuk pendidikan Islam ke Nusantara, ajaran agama Islam awal berkembang di kawasan pantai pesisir, sementara ajaran agama Hindu masih kurang dalam sentuhan ajaran perkembangan pendidikan dikarenakan berada di kawasan pedalaman. 

Kerajaan Samudra Pasai (1297) di Indonesia menjadi kerajaan Islam yang pertama lebih tepatnya di Aceh. Jauh sebelum Kerajaan Samudra Pasai berdiri pengaruh ajaran Islam sudah masuk terlebih dahulu ke Indonesia. Di daerah jawa dibuktikan dengan adanya batu nisan seorang wanita bernama Fatimah binti Maimun pada tahun 476 H (1082 M) di Leran, dekat Gresik Jawa Timur. Pada masa Pra-kolonial, pendidikan agama Islam berbentuk pendidikan di pesantren, pendidikan di musholla/langgar dan pendidikan di madrasah. 

Pertama, Pendidikan di Musholla/langgar dilaksanakan secara sederhana dengan binaan guru ngaji yang memiliki status dibawah kyai, materi yang diajarkan adalah cara membaca Al-Qur’an memahami Fiqih Dasar.

Kedua, Pendidikan di pesantren memiliki sistem pendidikan pemondokan sederhana, materi pembelajaran bersifat khusus (keagamaan). Penghormatan tertinggi kepada Kiyai, tidak ada gaji untuk guru karena memotivasi santri semata-mata karena Allah SWT., dan santri datang untuk menuntut ilmu secara sukarela. 

Ketiga, pendidikan di madrasah memiliki sistem pendidikan yang mengajarkan ilmu agama dan ilmu pengetahuan seperti astronomi (ilmu falak), dan ilmu pengobatan. Dari ketiga sistem pendidikan Islam tersebut tetap bertahan sejak datangnya kolonial Belanda hingga saat ini.

Dari sejarah historis perkembangan pendidikan dari massa kemasa dapat kita pahami bahwasanya sistem pendidikan nasional yang makin berkembang tentunya dapat kita cermati secara independen dan kritis. Dari berbagai hal diatas tak dapat dipisahkan dari yang namanya pengarahan dan ayoman dari orang tua serta guru dalam menggembleng perserta didik agar berkembang menjadi penerus bangsa yang kreatif, inovatif, produktif dan berprestasi untuk membawa bangsa ini ke masa depan yang lebih baik.


Penulis 
Abdul Wafi

Rindu Keadilan


Disini kami hanya percaya..!
Bahwa sumpah penguasa dilaksanakan secara nyata
Memajukan negeri tercinta
Kami hanya rakyat biasa..!
Menggantungkan secercah cita kepercayaan pada penguasa
Berjuta impian ikut serta memajukan negeri kaya penuh makna
Kami memilihmu untuk menjaga amanah bangsa
Namun mengapa?
Keadilan kadang tak berlaku sama rata
Mereka yang berkuasa mudah terbebaskan
Sedangkan kami yang tak punya dibuat linglung dan sengsara
Apakah keadilan tak berlaku bagi rakyat biasa..?
Apakah seruan dan rintihan kami
Tak membuat hatimu juga ikut bersuara
Seruan rintihan kami sering kali terabaikan
Kami merindukan kemerdekaan 
Kami rindu negara keadilan
Penulis
Nur Latifah

Sabtu, 26 Desember 2020

Upaya Meningkatkan Spiritual Quetion,Rayon Avicenna Adakan Travelling Spiritual



Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Avicenna Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) At Taqwa Bondowoso melaksanakan kegiatan Traveling Spiritual. Yang bertempat  di Yayasan Pondok Pesantren Nurul Hidayah Koncer Kidul, Bondowoso (26/12/2020).

Acara ini dihadiri oleh segenap anggota angkatan PREMAN Avicenna dan Pengurus Rayon Avicenna Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) At Taqwa Bondowoso. Agenda pertama kita dilaksanakanlah Tahlil bersama di Astah/Pesarean pendiri pondok pesantren.

Kegiatan ini berlangsung sangat khidmat. Sampai pada inti acara, yaitu kajian dan pemahaman seputar Ke-Aswajaan.

KH. Miftahus Salam sebagai pemateri sekaligus tuan rumah, menyampaikan bahwasanya kita sebagai mahasiswa dan kader pergerakan harus lebih intens dalam meningkatkan pemahaman spiritual.

"Tugas kita sebagai mahasiswa hanya ada tiga, yaitu harus kuat dalam pemahaman Spiritual Question (SQ), Intelektual Question (IQ), dan Emosional Question (EQ). Ketiga konsep ini harus kita tanamkan " Jelas beliau.

Sebagai mahasiswa dan kader pergerakan kita harus lebih efektif dan efisien dalam membentengi pemikiran-pemikiran yang tidak sesuai dengan Ahlussunah Waljama'ah, penanaman modal berfikir kita harus lebih dipertegas dan ditingkatkan dalam menghadapi zaman yang mulai ambruk ini. 

KH. Miftahus Salam juga berkata bahwa kegiatan ini sangat mengesankan, dan jarang para pemuda seperti sekarang ini untuk mengadakan acara-acara seperti ini.

"Saya sangat senang dan mengapresiasi betul kepada kalian yang bersemangat melaksanakan acara ini. Acara ini sangat bagus, jangan berhenti disini saja. Apalagi kalian sebagai Mahasiswa STAI At Taqwa. Jiwa kesantrian kalian harus tetap dipertahankan" Imbuhnya.

Sahabati Sofiyatul Hasanah selaku Ketua Rayon Avicenna juga menyampaikan bahwasanya sebagai mahasiswa senantiasa terus belajar tanpa melihat hari cuti atau liburan. Terlebih kaderisasi dilaksanakan di pesantren.

"Meskipun kita libur, tidak ada kata libur bagi kader PMII. Kita gunakan waktu yang ada untuk terus berproses. Memang ini melelahkan, tapi perlu diingat kesukseskan akan dirasakan oleh orang yang tidak pernah menyerah meskipun ia lelah!"
 Tegasnya.

Akhir kegiatan, anggota dan segenap pengurus diakhiri dengan foto bersama dan silahturahmi kepada ahlul bait pesantren yang dituju.

Acara Travelling Spiritual ini sudah menjadi program kerja bidang 3 Keagamaan. Selama dua bulan satu kali Rayon Avicenna akan mengadakan kunjungan ke beberapa pesantren yang ada di Bondowoso.

Pentingnya Tri Fungsi NDP dalam berorganisasi PMII RBA STAI At-taqwa gelar kegiatan SARANG Avicenna ke-09.

  NDP yang berfungsi sebagai Kerangka Refleksi, Aksi dan Ideologis, merupakan Sublimasi nilai keislaman dan keindonesiaan. Sebagaimana ideol...